Jawaban Singkat: Apa Itu Monster Nian?
Nian (年, nián), atau monster Nian (年兽/年獸, niánshòu), adalah makhluk khayalan yang terkait dengan folklor Tahun Baru Imlek.
- Kedatangannya: Dalam salah satu versi yang umum dikenal, seekor makhluk yang hidup di laut mengancam sebuah desa pada malam Tahun Baru Imlek.
- Kelemahannya: Benda berwarna merah, cahaya terang, dan suara keras membuatnya lari ketakutan.
- Kaitannya: Cerita ini menghubungkan rincian tersebut dengan dekorasi perayaan dan suasana yang riuh, sehingga pendengar mudah mengingatnya.[1][2]
Cerita ini menggambarkan pertemuan fiktif, bukan hewan sungguhan atau peristiwa terdokumentasi yang melahirkan perayaan tersebut. Rinciannya berbeda-beda menurut penutur; cerita yang berlatar zaman kuno tidak otomatis merupakan catatan kuno.

Kertas merah di pintu, lampion yang menyala, dan riuh suara perayaan sering membuat orang teringat pada satu makhluk. Kisah monster yang populer ini menawarkan penjelasan yang mudah diingat untuk pemandangan dan bunyi khas Tahun Baru tersebut. Membacanya sebagai folklor mempertahankan daya tarik kisahnya tanpa mengaburkan sejarah perayaan.
Kisah Monster Nian: Versi Populer
Berikut salah satu versi yang umum dikenal, dengan makhluk laut dan seorang lelaki tua misterius.[1][2]
Pada zaman dahulu, seekor makhluk besar bernama Nian hidup di bawah laut. Hampir sepanjang tahun, desa di pesisir menjalani kehidupan seperti biasa. Namun pada malam Tahun Baru Imlek, makhluk itu muncul dan mengusik desa, menakuti manusia maupun hewan. Sebelum hari gelap, keluarga-keluarga mengumpulkan keperluan mereka lalu menuju perbukitan. Mereka meninggalkan rumah dan menunggu malam berbahaya itu berlalu.
Pada suatu tahun, ketika warga desa bersiap pergi, datang seorang asing berambut putih yang meminta bantuan. Semua orang sedang terburu-buru dan cemas. Seorang perempuan tua berhenti untuk memberinya makanan dan memperingatkannya agar ikut bersama yang lain. Namun ia justru meminta izin bermalam di rumah perempuan itu. Ia berkata dapat mengusir makhluk tersebut. Karena tidak berhasil membujuknya pergi, perempuan itu naik ke bukit bersama para tetangganya.
Tepat tengah malam, Nian naik ke darat. Desa sunyi, tetapi satu rumah tampak berbeda. Kertas merah menutupi pintunya dan cahaya lilin yang terang memancar dari dalam. Makhluk itu ragu-ragu. Ketika mendekati halaman, serangkaian bunyi letupan tiba-tiba memecah keheningan. Orang asing itu muncul mengenakan jubah merah. Melihat warna merah, cahaya terang, dan mendengar bunyi-bunyian itu, Nian berbalik lalu melarikan diri ke arah laut.
Keesokan paginya, warga kembali dan mendapati rumah mereka tidak rusak. Perempuan tua itu menyadari bahwa orang asing tersebut telah menepati janjinya. Kelegaan pun disambut dengan perayaan, dan para tetangga menyebarkan kabar itu. Dalam cerita, mereka mengingat kertas merah, cahaya, dan bunyi-bunyian tadi lalu mengulanginya pada akhir tahun berikutnya. Malam yang menakutkan itu pun menjadi kisah tentang menyambut awal baru bersama.
Seperti Apa Wujud Nian, dan Mengapa Versinya Berbeda-beda?
Nian tidak memiliki satu rupa baku. Sumber edukasi modern menggambarkannya antara lain sebagai makhluk berkepala singa dan bertubuh banteng atau sebagai makhluk laut raksasa.[3] Versi tertulis yang lebih awal juga menampilkan bentuk lain:
| Versi atau catatan | Penampilan | Apa yang dapat ditetapkan dari bukti |
|---|---|---|
| Versi modern yang umum dikenal | Makhluk besar bertanduk, kadang memadukan ciri singa dan banteng | Gambaran yang mudah dikenali dalam kisah, bukan spesies dengan wujud tetap.[1][3] |
| Laporan surat kabar dari 1933 dan 1935 | Makhluk mirip anjing yang identitasnya tidak pasti; laporan yang terbit kemudian juga menyebut kemiripan dengan singa | Deskripsi yang dikutip dalam kajian seorang peneliti dan dikaitkan dengan gambar makhluk yang tampak sedang ditahan.[4] |
| Sebuah berita surat kabar dari 1959 | Dua kepala, empat telinga, dan delapan kaki | Salah satu versi khusus yang pernah diterbitkan, bukan bentuk baku bagi semua penggambaran Nian pada masa berikutnya.[4] |
Tanduk atau surai tidak cukup untuk menentukan satu bentuk asli yang berlaku bagi semua versi. Nian modern yang ramah juga dapat digunakan dalam adaptasi anak-anak, asalkan jelas disebut sebagai adaptasi dan bukan satu-satunya bentuk tradisional.
Mengapa Nian Takut pada Warna Merah, Suara Keras, dan Cahaya Terang?
Di dalam cerita, tiga ketakutan ini mengubah benda-benda perayaan biasa menjadi sarana yang membantu penduduk desa lolos dari ancaman:[1][2]
- Merah: Kertas di pintu masuk dan jubah sang pengunjung menjadi tanda peringatan bagi makhluk itu. Alur cerita membuat dekorasi merah mudah diasosiasikan dengan perlindungan.
- Suara keras: Bunyi letupan mendadak memecah keheningan yang mencekam. Berbagai versi mengaitkan bunyi itu dengan bambu yang terbakar, petasan, atau suara perayaan lain; benda yang dimaksud berbeda-beda menurut versinya.
- Cahaya terang: Rumah yang diterangi tampak menonjol di tengah desa yang ditinggalkan. Cahaya memperlihatkan persiapan orang asing itu dan membantu mengubah suasana dari ketakutan menjadi kelegaan.
Secara keseluruhan, rincian ini menjelaskan akhir cerita: orang mengulangi hal-hal yang mereka anggap telah membuat mereka selamat. Hal itu tidak membuktikan bahwa peristiwa nyata melahirkan setiap kebiasaan tersebut atau bahwa kertas merah dan suara bising benar-benar memberi perlindungan gaib. Untuk memahami benda-benda itu sendiri, lihat simbolisme Tahun Baru Imlek dalam konteks yang lebih luas; kisah monster ini merupakan salah satu penjelasan budaya, bukan keseluruhan makna setiap dekorasi perayaan.
Apakah Legenda Nian Benar-benar Asal-usul Tahun Baru Imlek?
Kisah Nian tidak seharusnya diperlakukan sebagai catatan sejarah tentang asal-usul perayaan ini. Sebuah cerita yang berlatar “zaman dahulu” tidak dengan sendirinya membuktikan kapan cerita itu mulai beredar.
Dalam abstrak sebuah studi tahun 2013 yang telah diterbitkan, Ge Yun menafsirkan legenda ini sebagai penjelasan asal-usul yang muncul belakangan dengan memasukkan materi yang lebih tua. Itu merupakan tafsir akademis tentang fungsi kisah tersebut, bukan bukti bahwa monster itu pernah benar-benar ada.[5]
Peneliti Zhu Chunxiang menunjukkan sebuah bagian relevan yang diterbitkan Sun Yusheng di surat kabar Shanghai Jingang Zuan pada 17 Januari 1933. Bagian itu menyebut sebuah gambar yang menampilkan makhluk dalam keadaan ditahan, yang kadang disebut sebagai “Nian”. Teks tersebut tidak memuat keseluruhan episode lelaki tua misterius yang diceritakan di atas. Penulisnya sendiri tidak dapat memastikan asal rujukan tersebut.[4]
Ini memberi kita catatan tertulis bertanggal tentang salah satu versi. Catatan itu tidak membuktikan bahwa Sun menciptakan makhluk tersebut, bahwa tidak ada cerita yang lebih awal, atau bahwa alur yang kini populer sudah ada tanpa perubahan. Catatan tertulis dan perkiraan mengenai awal mula tradisi lisan adalah dua persoalan berbeda. Untuk memahami perayaan ini secara lebih luas, mulailah dari panduan Tahun Baru Imlek; perkembangan sebuah festival tidak dapat disederhanakan menjadi kekalahan satu monster.
Apa Arti Nian dan Guo Nian dalam Bahasa Tionghoa?
Penggunaan kata nian dalam istilah-istilah ini membuat ceritanya mudah diingat, tetapi makna sehari-hari kata tersebut harus tetap dibedakan dari nama monster:
- Nian: Karakter 年 umumnya berarti “tahun”. Karakter ini juga dapat berkaitan dengan panen atau hasil tahunan; makna kamusnya tidak dapat begitu saja disederhanakan menjadi “monster”.[6]
- Nianshou: 年兽/年獸 adalah nama makhluk dalam legenda tersebut. Karakter tambahan 兽/獸 berarti “binatang buas”, sehingga rujukan fiktifnya menjadi lebih jelas.
- Guo Nian (过年/過年, guònián): Ungkapan ini dapat berarti melewati malam Tahun Baru atau merayakan Tahun Baru.[7]
“Menaklukkan Nian” dapat dipahami sebagai permainan kata yang muncul dari cerita. Itu bukan terjemahan harfiah yang lazim dari ungkapan tersebut dan tidak membuktikan bahwa mengalahkan seekor makhluk memberi nama pada perayaan ini. Saat sebuah keluarga mengatakan akan “guo nian”, ungkapan itu biasanya paling tepat diterjemahkan sebagai “merayakan Tahun Baru Imlek”.
FAQ tentang Monster Nian
Apakah Monster Nian Itu Nyata?
Nian adalah makhluk fiktif dalam folklor. Catatan tertulis menunjukkan bahwa kisah tentangnya pernah diceritakan, tetapi tidak membuktikan adanya hewan nyata—baik yang masih hidup maupun telah punah—yang sesuai dengan makhluk tersebut. Penampilan dan kekuatannya sebaiknya dipahami sebagai unsur cerita.
Siapa yang Mengalahkan Nian dalam Cerita?
Dalam versi yang diceritakan di sini, seorang lelaki tua misterius mengusir Nian dengan memanfaatkan kelemahannya. Versi lain berbeda-beda. Tidak perlu menetapkan tokoh penolong itu sebagai sosok ilahi tertentu, dan mengusir makhluk tersebut tidak sama dengan membunuhnya.
Apakah Nian Itu Naga atau Singa?
Tidak satu pun dari kedua label itu cocok untuk semua penggambaran Nian. Ilustrator dan pencerita dapat memberi Nian surai, tanduk, atau ciri hewan lainnya. Kemiripan itu membantu membentuk makhluk khayalan; hal tersebut tidak menjadikannya singa biasa ataupun naga Tionghoa dengan satu wujud yang berlaku universal.
Apakah Nian Termasuk Hewan Shio Tionghoa?
Tidak. Nian tidak termasuk dalam dua belas hewan shio Tionghoa (生肖, shēngxiào). Kisah pertemuan Nian saat Tahun Baru berbeda dari kisah perlombaan hewan. Sebuah ilustrasi perayaan dapat menampilkan Nian tanpa berarti menunjukkan hewan shio untuk tahun tersebut.[8]
Sumber
[1] Confucius Institute for Scotland. The Legend of the Beast Nian – Origins of Chinese New Year
[2] Beijing Tourism. Legend of the Monster Nian
[3] Museum of Chinese in America. Lunar New Year Family Festival!
[4] Zhu Chunxiang. 年兽传说探源
[5] Ge Yun. 从文字训诂的角度考辨春节起源与年兽传说
[6] Ministry of Education, Revised Mandarin Chinese Dictionary. 年
[7] Ministry of Education, Revised Mandarin Chinese Dictionary. 過年
[8] Museum of Chinese in America. The Great Zodiac Race