Sampul Festival Lampion Tiongkok 2027 dengan lampion merah, tangyuan, dan desain perayaan tradisional Tiongkok

Festival Lampion Tiongkok 2027: Tanggal, Makanan & Makna

Sampul Festival Lampion Tiongkok 2027 dengan lampion merah, tangyuan, dan desain perayaan tradisional Tiongkok
Temukan tanggal Festival Lampion Tiongkok 2027, makna, makanan yuanxiao dan tangyuan, teka-teki lampion, tarian, sejarah, tradisi, serta kaitannya dengan Tahun Baru Imlek.
ChinaCulturePro - Festival dan Hari Libur Tiongkok - Festival Lampion Tiongkok 2027: Tanggal, Makanan & Makna

Daftar Isi

Jawaban Singkat: Apa Itu Festival Lampion Tiongkok 2027?

Festival Lampion Tiongkok 2027 jatuh pada Sabtu, 20 Februari 2027. Festival ini dirayakan pada hari ke-15 bulan lunar pertama dan menandai malam bulan purnama pertama dalam rangkaian Tahun Baru Imlek.

Dalam bahasa Tionghoa, festival ini disebut Yuan Xiao Jie (元宵节). Festival ini juga dikenal sebagai Festival Shangyuan atau Festival Lampion Tiongkok. Tradisi utamanya meliputi melihat lampion, menebak teka-teki lampion, makan yuanxiao atau tangyuan, serta menyaksikan tari naga dan barongsai.

Festival Lampion adalah malam penutup rangkaian tradisional Tahun Baru Imlek. Jika Tahun Baru Imlek dimulai di balik pintu rumah keluarga, Festival Lampion membawanya keluar ke jalan.

AspekRincian
Tanggal 202720 Februari 2027
HariSabtu
Tanggal LunarHari ke-15 bulan lunar pertama
Nama TionghoaYuan Xiao Jie / 元宵节
Juga DisebutFestival Shangyuan, Festival Lampion Tiongkok
Makanan UtamaYuanxiao atau tangyuan
Tradisi UtamaLampion, teka-teki, tari naga, barongsai
Makna UtamaCahaya, reuni, kelengkapan, berkah

Apa Itu Festival Lampion Tiongkok?

Festival Lampion Tiongkok adalah perayaan bulan purnama pertama dalam tahun lunar. Festival ini berlangsung setelah hari-hari utama Tahun Baru Imlek dan menjadi penutup yang jelas bagi rangkaian Tahun Baru.

Malam Tahun Baru dan Hari Tahun Baru terutama berpusat pada keluarga. Orang berkumpul di rumah, makan malam reuni, memberi salam kepada orang yang lebih tua, membagikan angpau, serta menjaga awal tahun yang baru melalui ucapan dan tindakan yang penuh kehati-hatian.

Pada malam ke-15, suasana yang serba hati-hati mulai mengendur. Lampion dinyalakan. Teka-teki digantung. Tari naga dan barongsai bergerak melalui jalan dan ruang publik. Keluarga menyantap bola ketan hangat bersama, dan perayaan berpindah dari meja keluarga ke tengah masyarakat.

Karena itu, Festival Lampion tidak seharusnya dianggap sekadar hiasan kecil yang ditambahkan pada Tahun Baru Imlek. Malam Tahun Baru mengumpulkan keluarga di satu meja; Festival Lampion membuat seluruh kota bersinar seperti satu lampion.

Gagasan utama festival ini adalah bentuk bulat. Bulan berbentuk bulat. Tangyuan dan yuanxiao juga bulat. Keluarga berharap tetap utuh dan lengkap. Nafas pertama tahun yang dimulai saat Tahun Baru Imlek terasa sempurna pada malam ini.

Kapan Festival Lampion? Aturan Tanggal dan Jadwal Mendatang

Festival Lampion selalu jatuh pada hari ke-15 bulan lunar pertama. Karena mengikuti kalender lunar Tiongkok, tanggalnya dalam kalender Masehi berubah setiap tahun.

Festival ini biasanya jatuh pada Februari atau awal Maret. Jika Hari Tahun Baru Imlek dihitung sebagai hari pertama, Festival Lampion berlangsung 14 hari setelahnya. Yang lebih penting, inilah malam bulan purnama pertama dalam tahun lunar.

Tahun Tanggal Festival Lampion Hari Tahun Shio
2026 3 Maret 2026 Selasa Kuda Api
2027 20 Februari 2027 Sabtu Kambing Api
2028 9 Februari 2028 Rabu Monyet Tanah
2029 27 Februari 2029 Selasa Ayam Tanah
2030 17 Februari 2030 Minggu Anjing Logam

Catatan tanggal: Festival Lampion jatuh pada hari ke-15 bulan lunar pertama, bukan hari ke-15 setelah Tahun Baru Masehi. Selalu periksa tahun yang tepat jika Anda merencanakan perjalanan, ucapan, makanan, atau konten acara.

Tahun shio pada tabel mengikuti rangkaian Tahun Baru Imlek. Bagi pembaca umum, tahun shio sudah berganti ketika Festival Lampion tiba. Jika Anda lahir dekat Tahun Baru Imlek, batas tanggal shio yang tepat tetap penting.

Mengapa Festival Lampion Penting dalam Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek bukan hanya satu hari. Dalam budaya Tiongkok, perayaannya berlangsung sebagai satu rangkaian yang dimulai sebelum hari pertama Tahun Baru Imlek dan ditutup dengan Festival Lampion.

Festival Lampion penting karena menyempurnakan ritme Tahun Baru. Keluarga telah pulang, ucapan selamat telah disampaikan, kerabat telah dikunjungi, dan bulan purnama pertama telah tiba. Setelah itu, kehidupan dapat kembali ke keseharian.

Waktu dalam Rangkaian Tahun Baru Fokus Utama Maknanya
Malam Tahun Baru Imlek Makan malam reuni, begadang Keluarga pulang ke rumah
Hari Pertama Tahun Baru Imlek Ucapan selamat, berkah Tahun baru dimulai
Hari-Hari Awal Bulan Lunar Kunjungan, pekan raya, kerabat Hubungan sosial kembali berjalan
Festival Lampion Lampion, teka-teki, tangyuan, tarian Rangkaian Tahun Baru berakhir

Setelah Festival Lampion, banyak pantangan Tahun Baru mulai berkurang. Dalam tradisi lama, larangan menyapu, memecahkan benda, atau mengucapkan kata-kata yang dianggap sial tidak lagi seketat sebelumnya. Sebagian rumah mungkin masih mempertahankan dekorasi, tetapi suasana khusus Tahun Baru mulai berakhir. Para pekerja kembali meninggalkan kampung halaman. Pelajar bersiap kembali ke sekolah. Rutinitas sehari-hari pun kembali.

Festival Lampion bukan sekadar berlangsung setelah Tahun Baru Imlek; festival ini menutup rangkaian Tahun Baru. Meja keluarga pada Malam Tahun Baru berubah menjadi cahaya jalanan pada malam ke-15.

Untuk memahami seluruh rangkaian Tahun Baru, baca panduan Tahun Baru Imlek kami.

Tradisi dan Kebiasaan Festival Lampion

Tradisi Festival Lampion terasa meriah, terbuka untuk umum, dan mudah dinikmati. Namun semua itu bukan hiburan tanpa makna. Setiap kebiasaan membawa arti yang berkaitan dengan cahaya, reuni, kecerdikan, perlindungan, atau kebersamaan.

Tradisi Yang Dilakukan Makna
Melihat Lampion Mengunjungi pameran lampion di taman, jalan tua, kuil, atau alun-alun Cahaya, berkah, dan perayaan bersama
Membawa Lampion Anak-anak membawa lampion kertas, lampion kelinci, lampion berbentuk hewan, atau lampion shio Mewariskan suasana festival kepada anak-anak
Menebak Teka-Teki Lampion Memecahkan teka-teki yang dipasang pada lampion Kecerdikan, pembelajaran, dan keseruan sosial
Makan Yuanxiao / Tangyuan Makan bola ketan bulat bersama keluarga Reuni dan keutuhan
Tari Naga dan Barongsai Menyaksikan pertunjukan jalanan dengan genderang dan simbal Keberuntungan, perlindungan, dan semangat perayaan
Pekan Raya Kuil / Pasar Lampion Mengunjungi pasar, jajanan, pertunjukan, dan seni rakyat Perayaan komunitas
Berjalan untuk Menjauhkan Penyakit Dalam beberapa tradisi di Tiongkok utara, perempuan berjalan di luar rumah pada malam hari Kesehatan, keselamatan, dan doa rakyat

Melihat lampion adalah tradisi yang paling mudah dikenali. Lampion tradisional dapat berupa lampion kertas merah, lampion istana, lampion berputar, lampion kelinci, atau lampion berbentuk hewan. Kini, pertunjukan lampion dapat mencakup instalasi listrik raksasa, tema shio, adegan mitologi, serta tokoh kartun modern.

Teka-teki lampion membuat festival ini lebih dari sekadar tontonan visual. Teka-teki ditulis pada selembar kertas lalu ditempelkan pada lampion. Orang mencoba menebak jawabannya, kemudian memeriksa jawaban atau mengambil hadiah kecil dari pemilik lampion. Tradisi ini membawa kesenangan permainan kata ke ruang publik.

Tari naga dan barongsai menambah gerak dan suara. Tabuhan genderang, simbal, dan kostum berwarna cerah membawa harapan akan keberuntungan, perlindungan, serta awal tahun yang kuat.

Tradisi berjalan untuk menjauhkan penyakit, atau zou bai bing, lebih bersifat regional. Di beberapa wilayah utara, perempuan dahulu keluar bersama pada malam hari, menyeberangi jembatan, atau berjalan berkelompok sambil berdoa memohon kesehatan dan keselamatan. Tradisi ini tidak seharusnya digambarkan sebagai kebiasaan nasional, tetapi menunjukkan bahwa festival juga memuat doa agar tubuh tetap sehat dan selamat.

Yuanxiao, Tangyuan, dan Makanan Festival Lampion

Makanan utama Festival Lampion adalah yuanxiao atau tangyuan. Dalam bahasa Inggris, keduanya sering diterjemahkan sebagai glutinous rice balls. Terjemahan itu membantu, tetapi menyembunyikan perbedaan nyata dalam budaya makanan Tiongkok.

Yuanxiao lebih umum di Tiongkok utara dan dibuat dengan cara digulingkan. Isian dipotong kecil-kecil, biasanya wijen hitam, kacang tanah, kacang merah, atau pasta kurma merah. Potongan isian dicelupkan ke air lalu digulingkan dalam tepung beras ketan kering. Sedikit air ditambahkan, kemudian potongan itu digulingkan kembali. Lapisan demi lapisan membentuk bola bulat.

Tangyuan lebih umum di Tiongkok selatan dan dibuat dengan cara dibungkus. Tepung beras ketan dicampur dengan air hangat hingga menjadi adonan. Adonan dibentuk mengelilingi isian, ditutup, lalu dibulatkan halus dengan tangan. Hasilnya lebih lembut dan halus.

Kuliner Lebih Umum di Cara Pembuatan Tekstur / Ciri
Yuanxiao Tiongkok Utara Potongan isian digulingkan dalam tepung beras ketan kering Lebih padat, biasanya manis, kuah dapat lebih keruh
Tangyuan Tiongkok Selatan Isian dibungkus dengan adonan beras ketan Lebih lembut dan halus; dapat manis atau gurih

Isian yang umum meliputi wijen hitam, kacang tanah, pasta kacang merah, dan pasta kurma merah. Wijen hitam adalah versi klasik yang paling banyak dikenal: manis, hangat, dan sedikit meleleh ketika digigit. Di beberapa wilayah selatan, tangyuan gurih juga dapat ditemukan dengan isian seperti daging babi atau sayuran. Namun untuk Festival Lampion, versi manis tetap yang paling mewakili.

Makanan ini penting bukan hanya karena rasanya. Bentuk bulatnya adalah inti makna. Bentuk bulat melambangkan reuni, kelengkapan, dan selesainya siklus festival pertama dalam tahun yang baru.

Pada Festival Lampion, orang bukan hanya memakan bola ketan manis. Mereka menikmati simbol bentuk bulat. Bentuk itu menyempurnakan reuni keluarga yang dimulai pada Malam Tahun Baru.

Makna Lampion, Cahaya, dan Bulan Purnama Pertama

Festival Lampion adalah festival cahaya, tetapi maknanya lebih dalam daripada sekadar dekorasi.

Lapisan pertama adalah bulan purnama. Hari ke-15 bulan lunar pertama merupakan malam bulan purnama pertama pada tahun baru. Dalam masyarakat agraris tradisional, bulan purnama menjadi tanda alami tentang kelengkapan. Tahun baru telah dimulai, bulan telah penuh, dan rangkaian musim perayaan terasa utuh.

Lapisan kedua adalah lampion. Bulan adalah cahaya bulat di langit, sedangkan lampion adalah cahaya yang dibuat manusia. Pada masa lalu, lampion menggunakan lilin atau lampu minyak. Lampion kertas perlu dilindungi dari angin. Tindakan sederhana melindungi nyala itu memberi festival nuansa yang lembut. Kini banyak lampion menggunakan listrik, berukuran sangat besar, atau disusun menjadi instalasi panjang berbentuk naga, tetapi gagasan lamanya tetap ada: cahaya membawa harapan.

Lapisan ketiga adalah jalanan. Pada bagian awal Tahun Baru Imlek, banyak cahaya berada di dalam rumah: lilin, lampu aula, lampu altar leluhur, dan cahaya hangat di sekitar meja keluarga. Saat Festival Lampion, cahaya bergerak keluar. Tetangga, pengunjung, anak-anak, dan orang asing berdiri di bawah lampion yang sama dan berbagi malam festival yang sama.

Simbol Makna
Bulan Purnama Kelengkapan, reuni, keutuhan
Lampion Cahaya, harapan, berkah, kegembiraan bersama
Bola Ketan Persatuan keluarga dan kelengkapan
Teka-Teki Lampion Kecerdikan, pembelajaran, dan interaksi sosial yang menyenangkan
Tari Naga / Barongsai Keberuntungan, perlindungan, energi

Saat lampion dinyalakan, cahayanya seolah memberi tahu bahwa rangkaian Tahun Baru telah kembali ke titik penuh. Setelah itu, berkah dapat dibawa kembali ke kehidupan sehari-hari.

Sejarah dan Asal-Usul Festival Lampion

Festival Lampion memiliki sejarah panjang yang sering ditelusuri hingga sekitar 2.000 tahun lalu. Seperti banyak festival Tiongkok kuno, festival ini tidak memiliki satu cerita asal-usul tunggal. Berbagai lapisan berkembang dari waktu ke waktu dan menjadi bagian dari bentuk festival yang dikenal saat ini.

Tradisi Asal Yang Dijelaskan
Istana Dinasti Han Latar sejarah awal dan perayaan istana
Persembahan Lampion dalam Buddhisme Menyalakan lampu sebagai bentuk pengabdian keagamaan
Festival Shangyuan dalam Taoisme Berkah dari langit dan sistem Tiga Yuan
Legenda Rakyat Yuanxiao Kisah istana yang menghubungkan seorang perempuan, bola ketan, dan lampion
Festival Publik pada Masa Kemudian Pekan lampion, teka-teki, tari naga dan barongsai, perayaan kota

Salah satu lapisan sejarah menghubungkan festival ini dengan Dinasti Han. Tradisi melihat lampion dan perayaan istana pada malam ke-15 bulan lunar pertama semakin terlihat seiring waktu, lalu menyebar ke masyarakat luas.

Lapisan lain berasal dari praktik Buddhisme. Salah satu penjelasan menyebut lampion dinyalakan untuk menghormati Buddha pada hari ke-15. Dalam pemaknaan ini, cahaya menjadi lambang pengabdian dan kebijaksanaan.

Lapisan Taoisme menghubungkan hari ini dengan Festival Shangyuan. Dalam sistem Tiga Yuan, Shangyuan dikaitkan dengan berkah dari pejabat langit. Hal ini menambah gagasan tentang keberuntungan, pengampunan, dan terbebas dari kemalangan.

Ada pula legenda rakyat. Salah satu kisah populer menceritakan seorang pelayan istana bernama Yuanxiao yang sangat merindukan keluarganya hingga ingin mengakhiri hidup. Dongfang Shuo, seorang pejabat yang cerdik, menyusun rencana yang melibatkan lampion, bola ketan, dan pertunjukan umum agar ia dapat bertemu kembali dengan keluarganya. Kisah ini tidak dianggap sebagai fakta sejarah yang pasti, tetapi dengan indah menghubungkan nama Yuanxiao, makanan festival, dan tema reuni.

Pada abad-abad berikutnya, festival menjadi semakin terbuka untuk umum. Pekan lampion, teka-teki, pasar, tari naga dan barongsai, serta perayaan di seluruh kota membentuk suasana meriah seperti yang dikenal sekarang.

Bagaimana Festival Lampion Dirayakan Saat Ini

Kini Festival Lampion dapat berlangsung tenang di rumah, bercahaya di taman kota, meriah dalam parade Chinatown, atau menjadi kegiatan edukatif di sekolah maupun pusat kebudayaan.

Di Tiongkok, pertunjukan lampion kota umum dijumpai di taman, kota tua, jalan budaya, kawasan perbelanjaan, alun-alun, dan area pekan raya kuil. Pameran lampion modern dapat berukuran sangat besar, dengan tema hewan shio, adegan istana, tokoh mitologi, bunga, naga, karakter animasi, atau simbol budaya setempat. Pada 2027, karena merupakan Tahun Kambing Api, tema kambing dan shio mungkin muncul dalam sebagian pameran.

Di rumah, banyak keluarga masih makan yuanxiao atau tangyuan. Sebagian membeli versi beku dari supermarket, sementara yang lain membuatnya sendiri. Anak-anak dapat membawa lampion kecil, yang kini sering menggunakan LED agar lebih aman. Orang yang lebih tua mungkin masih mengingat kehangatan sekaligus rapuhnya lampion kertas.

Kegiatan komunitas sering mencakup tari naga, barongsai, teka-teki lampion, pertunjukan rakyat, dan pasar jajanan. Di sejumlah tempat, perpustakaan, toko buku, sekolah, dan pusat komunitas setempat mengadakan acara teka-teki lampion sederhana.

Komunitas Tionghoa di luar negeri juga merayakan festival melalui acara Chinatown, program sekolah Tionghoa, lokakarya perpustakaan, kegiatan pusat budaya, dan program membuat lampion sendiri.

Kembang api, lampion terbang, lilin, dan api terbuka tunduk pada hukum serta aturan keselamatan setempat. Banyak tempat kini menggunakan lampion listrik dan pertunjukan publik yang dikendalikan.

Cara Merayakan Festival Lampion dengan Menghormati Tradisi

Anda tidak harus orang Tionghoa untuk menikmati Festival Lampion. Pertunjukan lampion publik, acara Chinatown, pekan komunitas, dan lokakarya budaya memang dapat dinikmati bersama. Kuncinya adalah memahami acara yang Anda ikuti.

  • Pahami posisinya dalam rangkaian Tahun Baru. Festival Lampion adalah malam penutup Tahun Baru Imlek, bukan sekadar “hari lampion” yang berdiri sendiri.
  • Cobalah tangyuan atau yuanxiao dan pahami makna bentuk bulatnya.
  • Ikuti pertunjukan lampion publik, pekan komunitas, program sekolah, atau kegiatan pusat budaya.
  • Mintalah izin sebelum memotret jamuan keluarga pribadi, ritual kuil, ruang leluhur, atau orang yang sedang berdoa.
  • Jangan samakan Festival Lampion dengan Festival Pertengahan Musim Gugur. Keduanya dapat melibatkan lampion, tetapi tanggal dan maknanya berbeda.
  • Gunakan ucapan sederhana: Yuan Xiao Jie Kuai Le, yang berarti Selamat Festival Lampion.
  • Patuhi aturan setempat mengenai kembang api, lampion terbang, lilin, dan api terbuka.
  • Jika Anda diundang makan tangyuan di rumah seseorang, anggap itu sebagai tanda kepercayaan. Datanglah tepat waktu dan bawa hadiah kecil, seperti buah atau teh.

Menghormati festival berarti memahami bahwa Festival Lampion bukan sekadar kesempatan berfoto. Festival ini adalah cahaya penutup rangkaian Tahun Baru Imlek.

Kaitan Panduan Ini dengan Tahun Baru Imlek, Festival, dan Shio

Festival Lampion merupakan bagian dari peta besar festival Tiongkok sekaligus menjadi penutup rangkaian Tahun Baru.

Untuk melihat kalender festival secara lengkap, mulailah dengan panduan Festival dan Hari Libur Tiongkok kami.

Festival Lampion 2027 berlangsung pada Tahun Kambing Api. Halaman ini tidak membahas kepribadian Kambing atau kecocokan shio karena hal itu akan menjauhkan artikel dari topik utamanya. Namun pembaca yang datang melalui konten Tahun Baru mungkin juga ingin memeriksa tahun shionya.

Jika Anda ingin memeriksa tahun shio di sekitar Festival Lampion, gunakan Kalkulator Shio Tiongkok dan Ulang Tahun Lunar kami. Untuk sistem lengkap tahun hewan, lihat panduan Shio Tiongkok. Untuk memahami mengapa 2027 adalah Tahun Kambing Api, baca panduan Shio Tiongkok dan Lima Elemen.

FAQ tentang Festival Lampion Tiongkok

Kapan Festival Lampion Tiongkok 2027?

Festival Lampion Tiongkok 2027 jatuh pada Sabtu, 20 Februari 2027. Festival ini berlangsung pada hari ke-15 bulan lunar pertama dan menandai malam bulan purnama pertama dalam rangkaian Tahun Baru Imlek.

Apa Itu Festival Lampion Tiongkok?

Festival Lampion Tiongkok, atau Yuan Xiao Jie, adalah festival tradisional yang dirayakan pada hari ke-15 bulan lunar pertama. Festival ini dikenal dengan lampion, teka-teki lampion, yuanxiao atau tangyuan, tari naga, barongsai, dan perayaan publik.

Apakah Festival Lampion Bagian dari Tahun Baru Imlek?

Ya. Festival Lampion secara tradisional merupakan bagian dari rangkaian Tahun Baru Imlek. Inilah malam penutup masa Tahun Baru, ketika perayaan yang sebelumnya berpusat pada keluarga bergerak ke pameran lampion, kegiatan jalanan, dan kegembiraan komunitas.

Mengapa Orang Makan Tangyuan atau Yuanxiao?

Orang makan tangyuan atau yuanxiao karena bentuk bulatnya melambangkan reuni, kelengkapan, dan persatuan keluarga. Pada Festival Lampion, bentuk bulat itu menutup rangkaian Tahun Baru dan menyempurnakan reuni keluarga yang dimulai pada Malam Tahun Baru.

Apa Perbedaan Yuanxiao dan Tangyuan?

Yuanxiao lebih umum di Tiongkok utara dan dibuat dengan menggulingkan potongan isian dalam tepung beras ketan kering. Tangyuan lebih umum di Tiongkok selatan dan dibuat dengan membungkus isian dalam adonan beras ketan yang lembut. Keduanya merupakan makanan festival berbentuk bulat.

Apa Itu Teka-Teki Lampion?

Teka-teki lampion adalah permainan kata yang ditulis pada potongan kertas dan dipasang pada lampion. Orang menebak jawabannya saat pekan lampion atau acara komunitas. Dahulu, jawaban yang benar dapat memperoleh hadiah kecil dari pemilik lampion.

Apakah Festival Lampion Sama dengan Festival Pertengahan Musim Gugur?

Tidak. Festival Lampion jatuh pada hari ke-15 bulan lunar pertama dan menutup Tahun Baru Imlek. Festival Pertengahan Musim Gugur jatuh pada hari ke-15 bulan lunar kedelapan dan berpusat pada bulan purnama musim gugur, panen, kue bulan, dan reuni.

Apa Makna Lampion?

Lampion melambangkan cahaya, harapan, berkah, dan kegembiraan bersama. Pada Festival Lampion, lampion membawa berkah keluarga yang sebelumnya berada di ruang privat Tahun Baru ke jalan, taman, kuil, dan ruang komunitas.

Apakah Festival Lampion Hari Libur Nasional di Tiongkok?

Di Tiongkok Daratan, Festival Lampion biasanya bukan hari libur nasional. Festival ini penting secara budaya, tetapi sebagian besar bisnis dan sekolah tetap mengikuti jadwal biasa kecuali ada acara atau pengaturan setempat. Aturan hari libur dapat berbeda di komunitas Tionghoa lainnya.

Bagaimana Mengucapkan Selamat Festival Lampion dalam Bahasa Tionghoa?

Anda dapat mengucapkan Yuan Xiao Jie Kuai Le, yang ditulis 元宵节快乐 dalam bahasa Tionghoa. Ucapan yang lebih singkat adalah Yuan Xiao Kuai Le, atau 元宵快乐. Keduanya berarti Selamat Festival Lampion.