Jawaban Singkat: Apa Itu Festival Chongyang 2027?
Festival Chongyang 2027 jatuh pada Jumat, 8 Oktober 2027. Festival ini dirayakan pada hari ke-9 bulan lunar ke-9.
Dalam bahasa Tionghoa, festival ini disebut Chongyang Jie (重阳节). Festival ini juga dikenal sebagai Festival Sembilan Ganda, Festival Yang Ganda, atau Chung Yeung Festival di wilayah berbahasa Kanton. “Chong” berarti berulang atau ganda, sedangkan “yang” berkaitan dengan angka sembilan, yang secara tradisional dianggap sebagai angka yang. Karena itu, hari kesembilan bulan lunar kesembilan disebut “yang ganda”.
Tradisi utamanya meliputi mendaki gunung, menikmati bunga krisan, minum arak atau teh krisan, makan kue Chongyang, mengenakan zhuyu, menghormati lansia, serta mengenang leluhur di beberapa daerah.
Makna utama Festival Chongyang mencakup perlindungan, umur panjang, kejernihan musim gugur, mendaki ke tempat tinggi, menghormati lansia, dan memandang masa lanjut kehidupan dengan bermartabat.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Tanggal 2027 | 8 Oktober 2027 |
| Hari | Jumat |
| Nama Tionghoa | Chongyang Jie / 重阳节 |
| Juga Disebut | Festival Sembilan Ganda, Chung Yeung Festival |
| Tanggal Lunar | Hari ke-9 bulan lunar kesembilan |
| Tradisi Utama | Mendaki, bunga krisan, kue Chongyang, menghormati lansia |
| Makna Utama | Perlindungan, umur panjang, kejernihan musim gugur, penghormatan kepada lansia |
Apa Itu Festival Chongyang?
Festival Chongyang bukan hanya Hari Lansia dan bukan sekadar festival mendaki. Ini adalah festival tradisional Tiongkok yang menyatukan hari kesembilan bulan lunar kesembilan, udara musim gugur yang jernih, kegiatan mendaki, bunga krisan, zhuyu, doa umur panjang, penghormatan kepada leluhur, dan penghormatan kepada lansia.
Kata Chongyang berarti yang yang berulang. Dalam simbolisme angka tradisional Tiongkok, sembilan adalah angka yang. Angka ini juga merupakan angka satu digit terbesar, sehingga dapat melambangkan ketinggian, kepenuhan, kekuatan, dan titik puncak. Pada hari kesembilan bulan lunar kesembilan, dua angka sembilan bertemu. Itulah Chongyang: sembilan ganda, yang ganda.
Momen yang ganda ini tidak hanya dianggap membawa keberuntungan. Dalam pemikiran lama, ketika energi yang menjadi terlalu kuat, orang juga perlu berhati-hati. Karena itu, tradisi Chongyang mencakup mendaki ke tempat tinggi, mengenakan zhuyu, dan minum arak krisan; tindakan-tindakan ini membawa gagasan tentang perlindungan, pemurnian, dan menghindari kemalangan.
Pada saat yang sama, angka sembilan, jiu, terdengar seperti kata Tionghoa yang berarti tahan lama, yang juga diucapkan jiu. Kesamaan bunyi ini membantu Chongyang berkembang menjadi festival umur panjang, kehidupan yang panjang, dan penghormatan kepada lansia.
Chongyang memiliki nuansa musim gugur yang kuat. Festival ini tidak seramai Tahun Baru Imlek, tidak selembut Festival Pertengahan Musim Gugur, dan tidak sesakral Festival Zhongyuan. Jiwa utamanya adalah kejernihan. Orang mendaki lebih tinggi bukan hanya untuk menikmati pemandangan, tetapi juga untuk meninggalkan udara rendah yang berat, melihat lebih jauh, dan merenungkan sudah sampai di mana perjalanan hidup.
Festival ini tidak meminta Anda merayakannya dengan bising. Ia mengajak Anda berhenti sejenak, mengangkat pandangan, dan melihat dengan lebih jernih.
Kapan Festival Chongyang? Aturan Tanggal dan Tanggal Mendatang
Festival Chongyang selalu dirayakan pada hari ke-9 bulan lunar ke-9. Karena mengikuti Kalender Lunar Tiongkok, tanggal Gregoriannya berubah setiap tahun.
Festival ini biasanya jatuh pada Oktober, meskipun pada beberapa tahun dapat jatuh pada akhir September. Pada 2027, Festival Chongyang jatuh pada Jumat, 8 Oktober.
| Tahun | Tanggal Festival Chongyang | Hari | Tahun Shio |
|---|---|---|---|
| 2026 | 18 Oktober 2026 | Minggu | Kuda Api |
| 2027 | 8 Oktober 2027 | Jumat | Kambing Api |
| 2028 | 26 Oktober 2028 | Kamis | Monyet Tanah |
| 2029 | 16 Oktober 2029 | Selasa | Ayam Tanah |
| 2030 | 5 Oktober 2030 | Sabtu | Anjing Logam |
Catatan tanggal: Festival Chongyang tidak memiliki tanggal tetap dalam kalender Gregorian. Jika Anda memeriksa acara mendaki, kegiatan perawatan lansia, ritual leluhur, atau pengaturan hari libur Chung Yeung, periksa tahun dan wilayah yang tepat.
Di Tiongkok Daratan, Festival Chongyang biasanya bukan hari libur umum dan bagi kebanyakan orang tetap merupakan hari kerja. Namun di Hong Kong dan Makau, Chung Yeung Festival adalah hari libur umum, dan banyak keluarga mengunjungi makam atau pergi mendaki pada hari tersebut.
Mengapa Disebut Festival Sembilan Ganda?
Nama Inggris Double Ninth Festival berasal langsung dari tanggalnya: hari kesembilan bulan lunar kesembilan. Namun dalam budaya Tiongkok, sembilan bukan sekadar angka.
Dalam simbolisme angka Yin dan Yang tradisional, angka ganjil adalah angka yang, dan sembilan adalah angka yang satu digit tertinggi. Dua angka sembilan bersama-sama membentuk Chongyang, atau “yang ganda”. Karena itu, festival ini juga disebut Festival Yang Ganda.
Gagasan yang ganda ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia melambangkan ketinggian, kepenuhan, kekuatan, dan daya yang bergerak ke atas. Di sisi lain, orang dahulu percaya bahwa kekuatan yang mencapai titik ekstrem perlu diseimbangkan. Karena itu, tradisi Chongyang lama sering mencakup tindakan perlindungan: mendaki ke tempat tinggi untuk menghindari bahaya, mengenakan zhuyu untuk menangkal pengaruh buruk, dan minum arak krisan untuk menjaga kesehatan sesuai musim.
Bunyi angka sembilan juga penting. Dalam bahasa Tionghoa, sembilan adalah jiu (九), yang terdengar seperti jiu (久), berarti tahan lama. Kesamaan bunyi ini membantu festival dikaitkan dengan umur panjang dan penghormatan kepada lansia.
| Istilah / Angka | Makna Budaya |
|---|---|
| Sembilan / 九 | Angka yang, ketinggian, kepenuhan |
| Sembilan Ganda | Dua angka sembilan bersama-sama, Chongyang |
| Jiu / 久 | Tahan lama, umur panjang |
| Bulan Lunar Kesembilan | Akhir musim gugur, peralihan musim |
| Chongyang | Yang ganda, sembilan ganda, doa umur panjang |
Nama Chongyang dengan demikian memuat beberapa lapisan sekaligus: sebuah tanggal, simbol angka, penanda musim, dan doa untuk umur panjang.
Tradisi dan Kebiasaan Festival Chongyang
Tradisi Chongyang berbeda menurut wilayah, keluarga, dan generasi. Sebagian masih umum, seperti menghormati lansia atau menikmati jalan-jalan musim gugur. Tradisi lain, seperti mengenakan zhuyu, kini lebih bersifat simbolis daripada kebiasaan sehari-hari.
| Tradisi | Yang Dilakukan | Makna |
|---|---|---|
| Mendaki Gunung | Pergi ke bukit, menara, taman, atau tempat tinggi | Menghindari kemalangan, memperoleh pandangan yang lebih luas |
| Bunga Krisan | Menikmati bunga, minum teh atau arak | Umur panjang, kemurnian, vitalitas akhir musim gugur |
| Kue Chongyang | Makan kue beras berlapis | Naik lebih tinggi, doa yang baik |
| Mengenakan Zhuyu | Membawa atau mengenakan zhuyu / cornel / dogwood | Perlindungan, pemurnian, menangkal pengaruh buruk |
| Menghormati Lansia | Mengunjungi atau merawat anggota keluarga yang lebih tua | Umur panjang dan bakti kepada orang tua |
| Mengenang Leluhur | Mengunjungi makam di beberapa daerah | Keberlanjutan keluarga |
Mendaki ke tempat tinggi adalah salah satu tradisi Chongyang tertua. Dalam kepercayaan kuno, tindakan ini membantu orang menghindari kemalangan dan meninggalkan udara rendah yang dianggap tidak sehat. Dalam kehidupan modern, bentuknya dapat berupa mendaki gunung, berjalan ke puncak bukit, piknik di taman, atau sekadar menghabiskan waktu di luar ruangan dalam udara musim gugur yang sejuk.
Bunga krisan adalah bunga terpenting dalam festival ini. Krisan mekar pada akhir musim gugur ketika banyak bunga lain sudah layu. Hal ini membuatnya secara alami dikaitkan dengan ketahanan, kemurnian, dan umur panjang.
Kue Chongyang membawa gagasan tentang naik lebih tinggi karena kata kue, gao, terdengar seperti kata tinggi, yang juga gao. Makanan dan tradisi mendaki saling mencerminkan.
Mengenakan zhuyu, yang sering diterjemahkan sebagai cornel atau dogwood, dahulu merupakan tradisi perlindungan. Orang percaya aroma kuatnya dapat menangkal pengaruh buruk, serangga, penyakit, atau udara tercemar.
Menghormati lansia kini menjadi salah satu makna Festival Chongyang yang paling terlihat. Makna modern ini selaras dengan simbolisme lama tentang umur panjang, tetapi tidak seharusnya menghapus lapisan yang lebih tua tentang mendaki, perlindungan, bunga krisan, dan kejernihan musim gugur.
Mendaki ke Tempat Tinggi: Citra Chongyang Tertua
Mendaki ke tempat tinggi adalah citra paling ikonik dari Festival Chongyang. Akarnya jauh lebih tua daripada makna modern sebagai Hari Lansia.
Salah satu legenda terkenal menceritakan Huan Jing, seorang pria yang belajar kepada tokoh Tao Fei Changfang. Fei memperingatkan bahwa bencana akan menimpa keluarganya pada hari kesembilan bulan lunar kesembilan. Untuk menghindarinya, Huan Jing diminta membawa keluarganya ke tempat tinggi, mengenakan zhuyu, dan minum arak krisan. Ketika mereka pulang, ternak mereka telah mati, tetapi keluarganya selamat.
Kebenaran sejarah cerita ini bukan pokok utamanya. Kisah tersebut menunjukkan bagaimana orang dahulu memahami Chongyang: hari kesembilan bulan lunar kesembilan adalah saat untuk meninggalkan tempat rendah, melindungi diri, dan mencari udara yang lebih bersih serta pandangan yang lebih luas.
Dari sudut musim, hal ini masuk akal. Pada bulan lunar kesembilan, panas dan kelembapan musim panas telah mereda. Langit terasa tinggi, udara jernih, dan perbukitan terasa lebih terbuka. Mendaki menjadi tindakan fisik sekaligus mental.
| Citra Mendaki | Makna Budaya |
|---|---|
| Gunung Tinggi | Menjauh dari bahaya, pandangan lebih luas |
| Udara Musim Gugur yang Jernih | Napas bersih, pikiran jernih |
| Melihat Jauh | Perenungan dan perspektif hidup |
| Jalan-jalan Keluarga | Kesehatan dan kebersamaan |
| Naik Lebih Tinggi | Doa baik dan gerak ke atas |
Mendaki saat Chongyang bukan hanya olahraga. Ini adalah ritual meninggalkan tempat rendah. Ketika orang berdiri lebih tinggi, angin musim gugur berada di atas, udara pengap tertinggal di bawah, dan pikiran ikut terbuka bersama pemandangan. Dari tempat tinggi, banyak masalah tiba-tiba tampak lebih kecil.
Bunga Krisan, Zhuyu, dan Perlindungan Musim Gugur
Krisan adalah bunga yang menjadi jiwa Festival Chongyang.
Kebanyakan bunga mekar pada musim semi atau panas lalu layu ketika musim gugur makin dalam. Krisan justru sebaliknya. Bunga ini mekar pada akhir musim gugur saat udara lebih sejuk dan musim bergerak menuju masa mereda. Karena itu, budaya Tiongkok mengaitkan krisan dengan ketahanan, kemurnian, umur panjang, dan kekuatan yang tenang.
Penyair Tao Yuanming terkenal menyukai bunga krisan, dan pembaca Tiongkok pada masa kemudian sering menghubungkan bunga ini dengan jiwa yang halus dan mandiri. Pada Chongyang, menikmati krisan bukan sekadar melihat bunga. Ini adalah cara memperhatikan kehidupan yang masih mampu mekar ketika tahun mulai menua.
Arak dan teh krisan membawa bunga ini ke dalam tubuh. Dalam pemikiran musiman tradisional, krisan dikaitkan dengan meredakan panas, membantu kejernihan penglihatan, dan menjaga kesehatan. Minum arak atau teh krisan pada Festival Sembilan Ganda memadukan cita rasa musim gugur, perhatian musiman, dan makna ritual.
Zhuyu, yang sering diterjemahkan sebagai cornel atau dogwood, adalah tanaman penting lain dalam Chongyang. Aromanya kuat, dan orang dahulu percaya tanaman ini dapat menangkal pengaruh buruk, mengusir serangga, menyegarkan udara, dan melindungi tubuh. Orang dapat mengenakannya, membawanya, atau meletakkannya di pintu.
| Benda Musim Gugur | Makna |
|---|---|
| Bunga Krisan | Umur panjang, kemurnian, vitalitas akhir musim gugur |
| Arak / Teh Krisan | Kesehatan, aroma musiman |
| Zhuyu / Cornel | Perlindungan, pemurnian, menangkal pengaruh buruk |
| Angin Musim Gugur | Kejernihan dan perubahan musim |
| Bunga yang Mekar Terlambat | Kekuatan pada usia lanjut |
Krisan adalah bunga yang masih dapat mekar pada musim gugur. Karena itu, bunga ini secara alami terhubung dengan umur panjang, ketangguhan, dan kekuatan pada masa lanjut kehidupan. Minum teh krisan bukan sekadar meminum bunga. Ini adalah pengingat kecil bahwa kehidupan masih dapat mekar pada musim yang lebih akhir.
Kue Chongyang dan Makanan Festival
Kue Chongyang adalah makanan yang paling mewakili Festival Chongyang.
Maknanya berasal dari bunyi. Dalam bahasa Tionghoa, kue adalah gao (糕), yang terdengar seperti gao (高), berarti tinggi. Mendaki adalah bentuk “tinggi” melalui tubuh. Makan kue adalah versi melalui makanan. Jika seseorang tidak dapat mendaki gunung, makan kue Chongyang tetap membawa doa untuk naik lebih tinggi.
Kue Chongyang berbeda menurut daerah, tetapi beberapa ciri umum sering muncul. Kue ini kerap dibuat berlapis, melambangkan kemajuan setahap demi setahap. Sebagian dibuat dari tepung beras atau tepung beras ketan. Isian atau taburannya dapat berupa kurma merah, kastanye, pasta kacang merah, kacang-kacangan, wijen, atau bahan musim gugur lain. Beberapa kue dihias dengan bendera kecil sehingga kue menjadi seperti gunung simbolis.
| Makanan / Minuman | Makna |
|---|---|
| Kue Chongyang | Naik lebih tinggi, keberuntungan |
| Kue Berlapis | Kemajuan setahap demi setahap |
| Kurma Merah / Kastanye / Kacang-kacangan | Kelimpahan musim gugur dan berkah |
| Teh Krisan | Aroma musim gugur yang jernih |
| Arak Krisan | Kesehatan dan perlindungan |
Arak dan teh krisan juga merupakan minuman musiman penting. Keduanya menghubungkan festival dengan aroma akhir musim gugur, kesehatan, dan perlindungan.
Kue Chongyang bukan terutama tentang rasa manis, melainkan tentang makna “tinggi”. Saat memakannya, orang juga membawa sebuah harapan: naik lebih tinggi, hidup lebih baik, dan terus melangkah maju.
Menghormati Lansia dan Makna Modern sebagai Hari Lansia
Makna modern Festival Chongyang sangat erat dengan penghormatan kepada lansia.
Makna ini tumbuh secara alami dari hubungan bunyi antara angka sembilan dan sesuatu yang tahan lama. Karena Chongyang terkait dengan umur panjang, festival ini menjadi hari yang tepat untuk menghormati orang tua dan mendoakan kesehatan serta umur panjang mereka. Di Tiongkok modern, hari kesembilan bulan lunar kesembilan juga memiliki makna sosial yang jelas sebagai Hari Lansia, yaitu hari untuk menghormati orang berusia lanjut.
Kerangka modern ini menjadi lebih jelas pada 1989, ketika hari kesembilan bulan lunar kesembilan ditetapkan sebagai hari untuk menghormati lansia. Pembahasan hukum dan sosial kemudian mengenai kesejahteraan orang lanjut usia semakin memperkuat makna publik festival ini.
Sekolah, komunitas, tempat kerja, kelompok relawan, dan organisasi lokal dapat mengadakan kegiatan kepedulian terhadap lansia menjelang Chongyang. Kegiatannya dapat berupa kunjungan ke panti jompo, pertunjukan umum, layanan kesehatan, makan bersama komunitas, atau ucapan hari raya.
Di tingkat keluarga, maknanya lebih praktis. Chongyang dapat menjadi hari untuk:
- Mengunjungi orang tua atau kakek-nenek.
- Makan bersama kerabat yang lebih tua.
- Mengajak lansia berjalan aman atau mendaki dengan ringan.
- Mengatur pemeriksaan kesehatan.
- Membantu pengaturan ponsel atau panggilan video.
- Mendengarkan cerita lama tanpa terburu-buru.
- Memberikan hadiah yang berguna, bukan hanya dekoratif.
Menghormati lansia pada Chongyang tidak selesai hanya dengan mengirim satu ucapan hari raya. Penghormatan yang nyata berarti menyadari bahwa mereka berjalan lebih lambat, makan lebih sedikit, lebih sering mengulang cerita, dan tetap pantas ditemani seseorang yang duduk serta mendengarkan.
Karena itu, Chongyang tidak seharusnya dipersempit menjadi “festival lansia” yang formal. Makna modern terbaiknya bukan satu hari upacara, melainkan pengingat bahwa umur panjang seharusnya disertai perhatian, martabat, kebersamaan, dan kesabaran.
Apakah Festival Chongyang Sama dengan Festival Qingming?
Tidak. Festival Chongyang dan Festival Qingming bukan festival yang sama, meskipun di beberapa daerah keduanya dapat melibatkan penghormatan kepada leluhur.
Festival Qingming berlangsung pada musim semi, sekitar 4 atau 5 April. Tradisi utamanya adalah ziarah dan membersihkan makam: keluarga mengunjungi makam, membersihkannya, memberikan persembahan, dan mengenang akar keluarga. Ini adalah festival ziarah makam terpenting di Tiongkok.
Festival Chongyang berlangsung pada musim gugur, pada hari ke-9 bulan lunar ke-9. Tradisi utamanya adalah mendaki ke tempat tinggi, menikmati bunga krisan, makan kue Chongyang, mengenakan zhuyu, menghormati lansia, dan mendoakan umur panjang. Penghormatan kepada leluhur penting di beberapa daerah, terutama Hong Kong, Makau, dan sebagian komunitas Tionghoa perantauan, tetapi bukan satu-satunya pusat festival.
| Festival | Tanggal | Musim Utama | Makna Inti | Peran Leluhur |
|---|---|---|---|---|
| Festival Qingming | Sekitar 4–5 April | Musim semi | Ziarah makam, akar keluarga | Utama |
| Festival Chongyang | Hari ke-9 bulan lunar ke-9 | Musim gugur | Mendaki, umur panjang, lansia | Penting di beberapa daerah |
Cara sederhana mengingat perbedaannya: Qingming berjalan menuju makam leluhur pada musim semi; Chongyang mendaki ke tempat tinggi pada musim gugur. Keduanya dapat melibatkan kenangan, tetapi nuansa emosionalnya tidak sama.
Bagaimana Festival Chongyang Dirayakan Saat Ini
Festival Chongyang masih diperingati sampai sekarang, tetapi bentuknya sangat bergantung pada wilayah.
Di Tiongkok Daratan, Chongyang biasanya bukan hari libur umum. Sekolah, komunitas, taman, organisasi layanan lansia, dan keluarga dapat mengadakan kegiatan untuk orang tua. Sebagian orang mendaki bukit, mengunjungi taman, minum teh krisan, makan kue Chongyang, atau menelepon orang tua dan kakek-nenek.
Di Hong Kong dan Makau, Chung Yeung Festival adalah hari libur umum. Banyak keluarga mengunjungi makam, memberikan persembahan, dan pergi mendaki. Pemakaman serta jalan pegunungan dapat menjadi padat, sehingga perencanaan dan keselamatan penting.
Di komunitas Tionghoa perantauan, Chongyang dapat diperingati melalui kunjungan makam, jalan-jalan musim gugur, jamuan untuk lansia, kegiatan komunitas, atau program budaya. Wilayah dengan komunitas Hong Kong atau Kanton yang kuat mungkin lebih mengenal nama Chung Yeung.
Generasi muda modern mungkin tidak banyak mengetahui zhuyu atau kisah lama tentang menghindari bencana, tetapi banyak yang memahami bahwa Chongyang berkaitan dengan lansia, umur panjang, dan kegiatan musim gugur. Unggahan media sosial saat festival sering berfokus pada mengunjungi kakek-nenek, makan bersama keluarga, atau mengirim doa kesehatan dan umur panjang.
Chongyang masa kini dapat berupa kunjungan keluarga, secangkir teh krisan yang tenang, berjalan bersama kerabat yang lebih tua, perjalanan ke makam, atau mendaki dalam udara musim gugur yang jernih. Bentuknya berbeda-beda, tetapi perasaannya tetap sama: naik lebih tinggi, melihat lebih jauh, dan menghormati mereka yang telah menempuh perjalanan hidup lebih panjang.
Cara Merayakan Festival Chongyang dengan Penuh Hormat
Chongyang mudah diikuti, tetapi sebaiknya dipahami lebih luas daripada sekadar label Hari Lansia modern. Festival ini juga membawa makna lama tentang mendaki, perlindungan, tanaman musim gugur, umur panjang, dan kesinambungan keluarga.
- Berjalan atau mendaki bersama lansia jika memungkinkan, tetapi pilih rute yang aman dan ringan.
- Cobalah kue Chongyang jika tersedia di toko roti atau pasar Tionghoa.
- Minum teh krisan sebagai ritual musiman sederhana.
- Kunjungi atau telepon kerabat yang lebih tua.
- Berikan bantuan praktis: makanan, janji pemeriksaan medis, keperluan sehari-hari, atau bantuan ponsel.
- Hormati zhuyu, arak krisan, dan kisah menghindari bencana sebagai kebijaksanaan rakyat musiman.
- Jika ikut ziarah makam di Hong Kong, Makau, atau dalam lingkungan keluarga, ikuti aturan keluarga dan pemakaman setempat.
- Hindari menjadikan kegiatan penghormatan kepada lansia sekadar kesempatan berfoto.
Untuk ucapan umum, “Selamat Festival Chongyang” dapat digunakan. Untuk orang yang lebih tua, ungkapan yang lebih baik adalah “Semoga Anda sehat dan panjang umur,” atau dalam bahasa Tionghoa, Zhu nin jiankang changshou (祝您健康长寿).
Kaitan Panduan Ini dengan Konten Festival dan Shio Tiongkok
Festival Chongyang adalah festival musim gugur yang jelas posisinya dalam kalender festival Tiongkok yang lebih luas. Festival ini berada dalam dunia simbolisme angka, kebiasaan musiman, mendaki, bunga krisan, penghormatan kepada lansia, perlindungan rakyat, dan mengenang leluhur di beberapa daerah.
Untuk melihat kalender festival secara lengkap, mulailah dengan panduan Festival dan Hari Libur Tiongkok kami.
Chongyang dan Festival Qingming sama-sama dapat melibatkan leluhur, tetapi musim dan maknanya berbeda. Qingming adalah festival musim semi tentang ziarah makam dan akar keluarga. Chongyang adalah festival musim gugur tentang mendaki, umur panjang, dan lansia. Untuk memahami festival musim semi tentang ziarah makam dan akar keluarga, baca panduan Festival Qingming kami.
Chongyang dan Festival Pertengahan Musim Gugur sama-sama merupakan festival musim gugur, tetapi nuansa emosionalnya berbeda. Festival Pertengahan Musim Gugur berpusat pada bulan, reuni, dan kerinduan. Chongyang berpusat pada ketinggian, krisan, umur panjang, dan refleksi jernih musim gugur. Untuk membandingkan Chongyang dengan festival musim gugur besar lainnya, baca panduan Festival Pertengahan Musim Gugur kami.
Chongyang juga berbeda dari Tahun Baru Imlek. Festival ini bukan titik pergantian tahun shio dan bukan festival reuni keluarga terbesar. Untuk membandingkan Chongyang dengan festival keluarga terbesar di Tiongkok, baca panduan Tahun Baru Imlek kami.
Jika Anda datang dari konten shio, perlu diketahui bahwa Chongyang termasuk dalam simbolisme angka, kebiasaan musim gugur, dan tradisi rakyat, bukan sistem Shio Tiongkok. Pada 2027, festival ini jatuh pada tahun Kambing Api, tetapi Chongyang sendiri bukan festival shio.
Pertanyaan Umum tentang Festival Chongyang
Kapan Festival Chongyang 2027?
Festival Chongyang 2027 jatuh pada Jumat, 8 Oktober 2027. Festival ini berlangsung pada hari ke-9 bulan lunar ke-9, sehingga tanggal Gregoriannya berubah setiap tahun.
Apa Itu Festival Chongyang?
Festival Chongyang, yang juga disebut Festival Sembilan Ganda, adalah festival tradisional Tiongkok pada hari ke-9 bulan lunar ke-9. Tradisinya meliputi mendaki ke tempat tinggi, menikmati bunga krisan, minum arak atau teh krisan, makan kue Chongyang, mengenakan zhuyu, menghormati lansia, dan mengenang leluhur di beberapa daerah.
Mengapa Disebut Festival Sembilan Ganda?
Disebut Festival Sembilan Ganda karena jatuh pada hari kesembilan bulan lunar kesembilan. Dalam simbolisme angka tradisional, sembilan adalah angka yang. Dua angka sembilan bersama-sama membentuk Chongyang, atau yang ganda.
Apa Arti Chongyang?
Chongyang berarti yang yang berulang atau yang ganda. “Chong” berarti berulang, sedangkan “yang” berkaitan dengan angka sembilan. Nama ini menunjuk pada tanggal sembilan ganda dan simbolisme yang yang kuat dalam festival.
Mengapa Orang Mendaki Gunung pada Festival Chongyang?
Orang mendaki gunung pada Festival Chongyang karena mendaki ke tempat tinggi secara tradisional dikaitkan dengan menghindari kemalangan dan meninggalkan udara rendah yang dianggap tidak sehat. Saat ini, kegiatan tersebut juga berarti jalan-jalan musim gugur, olahraga, kebersamaan keluarga, dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas.
Makanan Apa yang Dimakan saat Festival Chongyang?
Makanan yang paling mewakili festival adalah kue Chongyang. Kata kue, gao, terdengar seperti tinggi, sehingga membawa harapan untuk naik lebih tinggi. Orang juga dapat minum teh atau arak krisan dan menikmati makanan musim gugur seperti kurma merah, kastanye, kacang-kacangan, atau buah musiman.
Mengapa Bunga Krisan Penting pada Festival Chongyang?
Krisan mekar pada akhir musim gugur ketika banyak bunga lain sudah layu. Bunga ini melambangkan ketahanan, kemurnian, umur panjang, dan vitalitas pada usia lanjut. Menikmati krisan serta minum teh atau arak krisan merupakan tradisi penting Chongyang.
Apakah Festival Chongyang Sama dengan Festival Qingming?
Tidak. Festival Qingming berlangsung pada musim semi dan berpusat pada ziarah makam serta akar keluarga. Festival Chongyang berlangsung pada musim gugur dan berpusat pada mendaki ke tempat tinggi, umur panjang, bunga krisan, dan penghormatan kepada lansia. Beberapa daerah juga mengunjungi makam saat Chongyang, tetapi kedua festival ini tidak sama.
Apakah Festival Chongyang Hari Libur Umum di Tiongkok?
Di Tiongkok Daratan, Festival Chongyang biasanya bukan hari libur umum. Di Hong Kong dan Makau, Chung Yeung Festival adalah hari libur umum, dan banyak keluarga menggunakan hari tersebut untuk ziarah makam, mendaki, atau mengenang leluhur.
Apa yang Sebaiknya Diucapkan saat Festival Chongyang?
Untuk penggunaan umum, Anda dapat mengucapkan “Selamat Festival Chongyang”. Untuk lansia, ucapan yang lebih sesuai adalah “Semoga Anda sehat dan panjang umur”. Dalam bahasa Tionghoa, Anda dapat mengatakan Zhu nin jiankang changshou, ditulis 祝您健康长寿.