Ilustrasi asal-usul, makna, dan penggunaan modern Jin Chan atau Katak Uang berkaki tiga dengan uang kepeng dan simbol kemakmuran Tiongkok

Jin Chan, Katak Uang: Asal-usul, Makna, dan Penggunaan Modern

Ilustrasi asal-usul, makna, dan penggunaan modern Jin Chan atau Katak Uang berkaki tiga dengan uang kepeng dan simbol kemakmuran Tiongkok
Pelajari apa yang dilambangkan Jin Chan, alasan Katak Uang berkaki tiga, pengaruh Liu Haichan terhadap sejarahnya, dan ciri yang baru muncul dalam feng shui modern.
ChinaCulturePro - Budaya Tiongkok - Simbol dan Makna Tiongkok - Makhluk Mitologi - Jin Chan atau Katak Uang: Asal-Usul, Makna, dan Penggunaan Modern

Daftar Isi

Jawaban Singkat: Apa yang Dilambangkan Jin Chan atau Katak Uang?

Jin Chan (金蟾, Jīnchán) adalah kodok mitologis berkaki tiga dalam budaya Tiongkok. Makhluk ini paling sering melambangkan kemakmuran, peluang yang membawa keberuntungan, serta peredaran atau pemeliharaan kekayaan, tetapi makna tepatnya bergantung pada zaman dan bendanya. “Money Frog” adalah nama bahasa Inggris yang umum. “Money Toad” menyebut hewannya dengan lebih tepat, sedangkan “Golden Toad” merupakan terjemahan yang lebih harfiah dari nama Tiongkok tersebut.

  • Kemakmuran dan kelimpahan materi: Benda-benda bersejarah mengaitkan kodok berkaki tiga dengan kemakmuran dan, di lingkungan kaum cendekia, keberhasilan dalam ujian pegawai negeri.
  • Liu Hai dan motif untaian uang kepeng: Gambar Liu Haichan yang memanggil kodok dengan uang kepeng mencerminkan perubahan sikap terhadap uang dan keberuntungan.
  • Kaitan dengan bulan dan keabadian: Citra kodok yang lebih tua termasuk dalam gagasan Tiongkok tentang bulan, dunia lain, dan transendensi.
  • Pemeliharaan kekayaan pada masa modern: Patung modern menggunakan koin di mulut, uang batangan, dan tumpukan uang kepeng untuk menggambarkan upaya menarik dan mempertahankan kekayaan.

Makna-makna ini tidak berlaku sekaligus bagi setiap kodok berkaki tiga. Jin Chan adalah simbol budaya, bukan mekanisme yang terbukti dapat menghasilkan kekayaan.

 

Jin Chan berkaki tiga dengan koin di mulut yang dijual saat ini merupakan simbol kekayaan Tiongkok yang mudah dikenali. Namun, wadah penetes air dari paduan tembaga abad ke-14 yang berbentuk kodok berkaki tiga tidak memiliki koin di mulut yang dapat dilepas maupun tumpukan uang batangan. Benda milik kaum cendekia ini sudah melambangkan kemakmuran dan keberhasilan dalam ujian pegawai negeri.[1]

Jin Chan memiliki sejarah yang lebih tua dan makna yang lebih berlapis daripada “Katak Uang” modern. Citranya berkembang dari mitologi bulan, kisah Liu Haichan, benda milik kaum cendekia, dan seni akhir zaman kekaisaran sebelum menjadi patung komersial dengan bentuk yang dibakukan.

Apa Itu Jin Chan?

Jin Chan ditulis 金蟾 dan diucapkan Jīnchán. Jin (金) dapat berarti emas atau logam serta dapat menyiratkan nilai dan kekayaan. Chan (蟾) berarti kodok. Kata yang lebih panjang, chanchu (蟾蜍, chánchú), juga berarti kodok. Karena itu, “Golden Toad” merupakan terjemahan harfiah yang paling mendekati; “Money Toad” lebih tepat secara zoologis daripada sebutan “Money Frog” yang lebih dikenal.

Sebutan “emas” tidak mengharuskan benda tersebut terbuat dari emas atau dicat keemasan. Contoh bersejarah dibuat dari paduan tembaga, porselen, lukisan, tekstil, giok, dan bahan lainnya.

Jin Chan adalah makhluk mitologis pembawa keberuntungan, bukan spesies amfibi nyata atau sekadar Dewa Kekayaan yang berdiri sendiri. Identitasnya sebagai simbol kekayaan sering terbentuk melalui Liu Haichan, tokoh abadi Daois legendaris yang kemudian menjadi sosok kemakmuran. Secara lebih luas, Jin Chan termasuk dalam bahasa visual simbol dan makna Tiongkok yang terus berubah.

Tidak setiap kodok berkaki tiga dari masa lalu patut disebut Katak Uang modern. Tanggal, prasasti, tokoh pendamping, jenis benda, dan identifikasi museum perlu dipertimbangkan.

Makna Jin Chan dalam Berbagai Konteks

Bentuk kodok yang sama dapat menjalankan fungsi budaya yang berbeda. Citra bulan, wadah air untuk tinta, lukisan Liu Hai, dan patung yang dijual di toko tidak boleh ditafsirkan dengan satu rumus universal “menarik kekayaan”.

Konteks Makna Utama Media yang Lazim Batas Penafsiran
Citra bulan dari Dinasti Han Bulan, sisi yin dalam kosmos, dan alam keabadian Panji pemakaman, cermin, seni gambar Kodok bulan pada masa awal tidak otomatis merupakan jimat kekayaan
Benda kaum cendekia dari zaman Yuan–Ming Kemakmuran, keberhasilan dalam ujian, dan rujukan yang dikenal di kalangan cendekia terhadap kodok bulan Wadah penetes air dan benda di meja kaum cendekia Benda tersebut tidak harus memiliki koin di mulut, tumpukan uang batangan, atau aturan penempatan modern
Citra Liu Haichan Pertemuan tokoh abadi tersebut dengan kodok berkaki tiga, peredaran uang, dan simbolisme kemakmuran pada masa kemudian Gulungan lukisan gantung, cetakan, porselen, tekstil Kodok tersebut merupakan bagian dari adegan naratif, bukan jimat yang berdiri sendiri
Seni pembawa keberuntungan pada akhir zaman kekaisaran Nasib baik, kemakmuran, dan doa baik Porselen, giok, sulaman, dan ukiran dari zaman Ming–Qing Makna berbeda-beda menurut benda dan motif pendampingnya
Patung feng shui modern Harapan untuk menarik dan mempertahankan uang Patung dari logam, batu, resin, atau keramik Koin di mulut, mata merah, tujuh bintik, dan desain bagua bukan ciri kuno yang berlaku universal
Perhiasan dan desain modern Identitas bertema kekayaan dan estetika yang terinspirasi Tiongkok Liontin, gelang, logo, tato, seni permainan Adaptasi modern dapat menyederhanakan atau menciptakan ulang citra bersejarah

Konteks sangat penting karena kodok berkaki tiga pun dapat muncul dalam komposisi yang tidak berkaitan dengan kekayaan, misalnya dalam gambar Lima Racun dari zaman Qing.[7]

Mengapa Jin Chan Berkaki Tiga?

Jawaban yang paling berhati-hati secara historis berawal dari bulan, bukan dari kisah tentang kaki yang hilang. Sebuah teks zaman Han menggambarkan burung gagak di matahari dan kodok di bulan, sedangkan panji pemakaman Nyonya Dai dari abad ke-2 SM secara visual memasangkan gagak surya dengan kodok bulan. Seni istana bulan pada masa kemudian terus menempatkan kodok di samping tokoh seperti kelinci bulan.[2]

Tradisi tentang Chang’e (嫦娥) juga terjalin dengan citra ini. Dalam beberapa versi, ia tinggal di bulan bersama kodok; dalam versi lain, ia berubah menjadi kodok setelah meminum ramuan keabadian. Semua itu merupakan tradisi cerita yang saling berkaitan, bukan satu riwayat Jin Chan yang tetap. Demikian pula, kodok bulan biasa, kodok gaib berkaki tiga, dan Chang’e saling berhubungan, tetapi identitas mereka tidak dapat dipertukarkan.

Bentuk berkaki tiga kemudian menjadi penanda paling jelas bagi kodok pembawa keberuntungan di bumi yang dikaitkan dengan Liu Haichan dan kemakmuran. Bukti yang masih ada tidak menetapkan satu penjelasan yang diterima secara umum tentang mengapa jumlahnya tepat tiga kaki.[1][2]

Penjelasan populer menyebut kaki keempatnya hilang sebagai hukuman atau ketiga kakinya melambangkan langit, bumi, dan manusia. Penafsiran yang muncul belakangan ini tidak boleh disajikan sebagai asal-usul citra tersebut yang telah terbukti.

Hal penting yang perlu diluruskan adalah bahwa bentuk berkaki tiga berakar pada ikonografi bulan kuno, sedangkan kisah tentang kaki keempat yang hilang merupakan penafsiran pada masa kemudian, bukan catatan asal-usul yang dapat dibuktikan.

Perkembangan Simbolisme Jin Chan Sepanjang Sejarah

Jin Chan tidak sejak awal berwujud jimat rumah tangga berkaki tiga dengan koin di mulut. Perkembangannya lebih tepat dipahami sebagai rangkaian: kodok bulan, makhluk pembawa keberuntungan berkaki tiga, pendamping Liu Haichan, motif kemakmuran pada akhir zaman kekaisaran, lalu Katak Uang modern yang berdiri sendiri.

Kodok dalam Citra Bulan Kuno

Lapisan paling awal berkaitan dengan alam langit. Tulisan dan seni pemakaman zaman Han mengaitkan kodok dengan bulan, sedangkan burung gagak berkaitan dengan matahari. Pada panji pemakaman Nyonya Dai, kedua makhluk tersebut membantu menata gambaran kosmos, bukan mengiklankan keberuntungan rumah tangga. Cermin istana bulan pada masa kemudian menampilkan kodok bersama kelinci yang meracik ramuan keabadian.[2]

Latar ini mengaitkan kodok dengan bulan, dunia lain, dan tradisi transendensi. Pada tahap tersebut, citra baku modern berupa hewan berkaki tiga yang menggigit koin belum terbentuk. Kodok bulan, kodok pembawa keberuntungan berkaki tiga, dan Katak Uang pada masa kemudian memiliki sejarah yang saling bertumpang tindih, bukan satu ikon yang tidak pernah berubah.

Liu Haichan dan Motif Untaian Uang Kepeng

Tradisi menggambarkan Liu Haichan (刘海蟾) sebagai pejabat abad ke-10 yang meninggalkan jabatannya dan menjadi pertapa Daois. Tradisi keagamaan dan rakyat pada masa kemudian memperluas kisah hidupnya, sehingga tidak semua rinciannya dapat dianggap sebagai sejarah yang pasti.

Sebuah lukisan Dinasti Yuan dari tahun 1300-an sudah menampilkan Liu Haichan bersama kodok berkaki tiga dan untaian uang kepeng yang terikat di pinggangnya. Kodok itu memandang uang tersebut dan membentuk pola visual dasar yang kemudian dikenal sebagai Liu Hai menggoda kodok.[3]

Kisah ini tidak memiliki satu versi resmi. Dalam salah satu versi yang dikaitkan dengan tekstil zaman Qing, kodok tersebut membawa Liu Hai, tetapi kadang-kadang melarikan diri ke dalam sumur. Liu Hai lalu mengambilnya kembali dengan tali berumpan uang kepeng.[4] Versi lain menekankan penyebaran uang, pelepasan keterikatan, atau pemberian kemakmuran. Untaian uang kepeng bersejarah tersebut tidak boleh disamakan dengan koin lepas-pasang yang digunakan pada banyak patung modern.

Dari Seni Pembawa Keberuntungan Akhir Zaman Kekaisaran hingga Katak Uang Modern

Pada Dinasti Ming, Liu Hai dan kodoknya telah menjadi citra kemakmuran yang mudah dikenali. Sebuah mangkuk porselen dari zaman Jiajing, 1522–1566, menempatkan keduanya di dalam medali tengah dan menyebut Liu Hai sebagai dewa kemakmuran yang populer.[5] Tekstil dan ukiran zaman Qing membawa motif tersebut ke dalam seni hias istana dan seni populer.

Citra tersebut terus berubah. Sebuah adegan keramik Shiwan dari awal abad ke-20 menampilkan Liu Hai yang memancing kodok keluar dari celah dengan untaian koin emas. Penafsiran terhadap karya ini mempertahankan pelajaran lama tentang melepaskan keterikatan pada kekayaan materi sekaligus pandangan yang lebih baru tentang Liu Hai dan kodok sebagai tokoh pembawa keberuntungan yang menyebarkan uang.[6]

Perdagangan modern memisahkan makhluk tersebut dari Liu Hai dan membakukan bentuknya sebagai patung kekayaan yang berdiri sendiri. Koin di mulut, alas dari uang kepeng, uang batangan, mata merah, tujuh tanda, atau bagua dapat membuat maksud produk mudah dikenali, tetapi tidak satu pun menjadi ciri setiap Jin Chan dalam sejarah.

Cara Mengenali Jin Chan dalam Seni Tiongkok

Tiga kaki memang penting, tetapi identifikasi juga memerlukan pemeriksaan benda dan latarnya.

  1. Mulailah dari tanggal dan konteks: Citra bulan zaman Han, benda kaum cendekia zaman Yuan, adegan Liu Hai zaman Ming–Qing, dan patung ritel modern termasuk dalam lapisan penafsiran yang berbeda.
  2. Hitung kakinya dengan cermat: Tiga kaki menunjukkan tradisi kodok gaib, tetapi tidak membuktikan bahwa citra tersebut merupakan jimat kekayaan.
  3. Perhatikan motif pendamping: Liu Hai, untaian uang kepeng, bulan, kelinci, koin lepas, uang batangan, atau citra Lima Racun dapat mengungkapkan fungsi budaya subjek tersebut.
  4. Bedakan narasi dari citra yang berdiri sendiri: Kodok yang bereaksi terhadap untaian uang kepeng Liu Hai merupakan bagian dari sebuah kisah. Kodok yang duduk sendirian di atas uang biasanya merupakan komposisi dari masa kemudian yang berpusat pada tema kekayaan.
  5. Periksa jenis bendanya: Wadah penetes air dapat mengaitkan makhluk tersebut dengan dunia keilmuan dan ujian; cermin bulan mendukung penafsiran bulan; patung rumah tangga dapat mencerminkan praktik feng shui modern.
  6. Utamakan bukti koleksi: Prasasti, konteks penggalian, dan katalog museum suatu benda memiliki bobot lebih besar daripada label penjual.
  7. Tolak patokan visual yang kaku: Warna emas, mata merah, tujuh bintik, bagua, dan koin di mulut lazim pada produk masa kini, tetapi bukan persyaratan yang berlaku lintas dinasti.

Kodok berkaki tiga dalam komposisi Lima Racun menunjukkan mengapa jalan pintas dalam penafsiran dapat keliru: dalam konteks itu, kodok berkaitan dengan gagasan musiman tentang mengusir racun atau penyakit, bukan dengan adegan kekayaan.[7]

Bagaimana Koin dan Motif Pendamping Mengubah Makna

Motif pendamping berfungsi sebagai penjelas visual. Motif tersebut mempersempit kemungkinan makna kodok, bukan sekadar menghiasinya.

Kombinasi Motif Makna Tambahan Konteks yang Lazim Batas Penafsiran
Kodok berkaki tiga, Liu Hai, dan untaian uang kepeng Liu Hai menggoda atau memanggil kodok; uang yang beredar; kemakmuran pada masa kemudian Lukisan, cetakan, porselen, tekstil Kodok merupakan bagian dari narasi tentang seorang tokoh, bukan selalu jimat rumah tangga
Kodok yang berdiri sendiri di atas uang kepeng atau uang batangan Memperoleh dan mempertahankan kekayaan materi Patung komersial modern, perhiasan Susunan yang sangat baku ini tidak boleh diproyeksikan pada semua karya seni kodok kuno
Kodok bersama bulan atau kelinci giok Istana bulan, keabadian, dan tatanan surgawi Citra pemakaman, cermin, lukisan Kekayaan bukan penafsiran utamanya
Liu Hai dengan tali uang kepeng Perubahan hubungan antara transendensi dan kekayaan duniawi Seni Daois dan seni rakyat Versi yang berbeda menekankan pelepasan keterikatan, kedermawanan, perjalanan, atau kemakmuran
Kodok berkaki tiga di antara Lima Racun Perlindungan musiman terhadap racun, penyakit, atau pengaruh berbahaya Jimat zaman Qing dan citra yang berkaitan dengan festival Citra tersebut bukan pesan kekayaan hanya karena kodoknya berkaki tiga

Karya seni Liu Hai yang lebih tua biasanya menonjolkan untaian uang kepeng bundar dengan lubang persegi. Koin di mulut dikenal luas melalui barang dagangan modern, sehingga pesan kekayaan langsung terlihat meskipun Liu Hai tidak hadir.

Jin Chan dalam Feng Shui, Perhiasan, dan Desain Modern

Praktik feng shui modern sering menempatkan Jin Chan di dekat pintu masuk, meja, atau mesin kasir dan mengarahkannya ke dalam untuk melambangkan uang yang masuk. Petunjuk lain menyebut “sudut kekayaan”, melarang penempatan di ruangan tertentu, mengharuskan koin yang dapat dilepas, atau meminta agar benda tersebut “diaktifkan”. Aturan-aturan ini berbeda-beda; semuanya bukan satu sistem yang mengatur Jin Chan sepanjang sejarah Tiongkok.

Gunakan pemeriksaan berikut saat memilih atau merancang simbol ini:

  1. Sebutkan lapisan konteksnya: Tentukan apakah desain tersebut menggambarkan kodok bulan, pendamping Liu Hai, citra pembawa keberuntungan dari akhir zaman kekaisaran, atau Katak Uang modern.
  2. Perlakukan penempatan sebagai simbolisme: Jika sosok tersebut menghadap ke dalam, jelaskan hal itu sebagai metafora visual modern untuk menerima kekayaan, bukan mekanisme keuangan yang telah terbukti.
  3. Jangan wajibkan ciri komersial: Warna emas, mata merah, tujuh tanda, bagua, tumpukan uang kepeng, dan koin di mulut yang dapat dilepas merupakan pilihan modern.
  4. Pertahankan identitas utamanya: Tiga kaki dan tubuh yang jelas menyerupai kodok membuat Jin Chan yang berdiri sendiri tetap mudah dikenali. Tambahkan koin hanya jika pesan yang dimaksud adalah kekayaan.
  5. Gunakan bahasa keagamaan dengan cermat: Liu Haichan termasuk dalam tradisi Daois dan tradisi rakyat, sedangkan patung kodok yang berdiri sendiri dan dijual secara komersial tidak otomatis menjadi benda pemujaan.
  6. Hindari klaim tentang khasiat: Perhiasan, patung, tato, dan logo dapat mengungkapkan harapan akan kemakmuran, tetapi tidak dapat menjamin pendapatan, imbal hasil investasi, atau keberhasilan usaha.

Adaptasi modern dapat diterima jika disebutkan secara jujur. Masalah muncul ketika aturan desain baru disajikan sebagai aturan kuno yang dianggap berlaku tanpa terputus sepanjang sejarah.

Jin Chan Dibandingkan dengan Simbol Tiongkok Terkait

Jin Chan memiliki keterkaitan visual dengan mitologi bulan dan berbagi tema kekayaan dengan simbol Tiongkok lainnya, tetapi persinggungan tersebut tidak membuat semua tokoh itu identik.

Simbol Sistem Utama Identitas Utama Kaitan dengan Kekayaan Perbedaan Utama
Jin Chan (金蟾) Citra hewan mitologis pembawa keberuntungan Kodok gaib berkaki tiga Kaitan historis dengan kemakmuran; pada masa kemudian dibakukan sebagai simbol pemeliharaan kekayaan Tidak setiap kodok berkaki tiga merupakan Katak Uang
Liu Haichan (刘海蟾) Tradisi tokoh abadi Daois dan rakyat Tokoh manusia legendaris Pendamping kodok yang membawa untaian uang kepeng; pada masa kemudian menjadi sosok kemakmuran Ia adalah tokoh manusia dalam adegan tersebut, bukan kodoknya
Kodok bulan Kosmologi dan mitologi bulan Tiongkok Kodok yang tinggal di atau melambangkan bulan Kekayaan bukan makna awal utamanya Tafsirkan melalui konteks bulan, keabadian, dan alam surgawi
Katak atau kodok biasa Citra hewan dan rakyat Amfibi nyata atau motif hias umum Bergantung pada komposisinya Empat kaki atau bentuk kodok saja tidak cukup untuk menetapkan identitas Jin Chan
Pixiu Citra binatang buas dan penjaga pada masa kuno; cerita rakyat tentang kekayaan pada masa kemudian Makhluk hibrida bertanduk atau bersayap Pada masa kemudian dikaitkan dengan menarik dan mempertahankan kekayaan Makhluk ini bukan amfibi dan memiliki perkembangan sejarah tersendiri
Caishen (财神) Tradisi dewa dalam agama populer Dewa Kekayaan berwujud manusia atau jabatan ilahi yang menguasai kekayaan Kekayaan merupakan fungsi keagamaan yang menentukan identitas dewa tersebut Jin Chan adalah motif hewan, bukan sekadar nama lain untuk Caishen

Perbedaan paling jelas terletak pada hubungan antara citra dan identitas keagamaan. Liu Haichan dan Caishen adalah tokoh berwujud manusia; Jin Chan adalah kodok mitologis. Pixiu merupakan hewan lain yang dikaitkan dengan kekayaan, sedangkan kodok bulan terutama berasal dari latar surgawi.

Kesimpulan Utama

Simbolisme kekayaan Jin Chan memiliki akar sejarah, tetapi simbol tersebut tidak bermula sebagai patung feng shui dengan koin di mulut seperti sekarang. Mitologi bulan, benda kaum cendekia, kisah Liu Haichan, dan seni Ming–Qing turut membentuk maknanya. Kodok di atas uang kepeng yang bentuknya dibakukan—beserta banyak aturan penempatan atau pengaktifan—terutama termasuk dalam praktik rakyat dan komersial modern. Tidak setiap kodok berkaki tiga merupakan jimat kekayaan yang berlaku universal.

Tanya Jawab tentang Makna Jin Chan atau Katak Uang

Bagaimana Cara Mengucapkan Jin Chan?

Jin Chan ditulis Jīnchán dalam pinyin Mandarin baku. Jīn bernada pertama dan chán bernada kedua. “Jeen-chahn” hanyalah panduan perkiraan dalam bahasa Inggris.

Apakah Jin Chan Bagian dari Shio Tiongkok?

Bukan. Jin Chan termasuk dalam citra hewan mitologis pembawa keberuntungan Tiongkok. Shio Tiongkok merupakan siklus kalender dua belas hewan yang terpisah. Katak maupun kodok tidak termasuk dalam kedua belas anggotanya.

Apakah Jin Chan secara Tradisional Berjenis Kelamin Jantan atau Betina?

Citra Jin Chan dalam karya klasik dan koleksi museum tidak menetapkan satu jenis kelamin biologis yang berlaku universal. Penjual modern atau aliran feng shui dapat menetapkan jenis kelamin pada sosok atau pasangan tertentu, tetapi hal itu bukan aturan yang berlaku sepanjang sejarah Tiongkok.

Apa Arti Aksara pada Koin Katak Uang?

Prasastinya bergantung pada produk. Sebagian koin meniru uang kepeng bersejarah; sebagian lain memakai frasa modern tentang kekayaan atau keberuntungan. Tidak ada satu teks koin Jin Chan yang baku, sehingga aksaranya harus dibaca langsung dari bendanya.

Apakah Jin Chan Dapat Diberikan sebagai Hadiah?

Ya. Dalam konteks sekuler modern, Jin Chan dapat mengungkapkan harapan akan kemakmuran, terutama untuk usaha, kantor, atau rumah baru. Penerima tidak harus percaya pada feng shui. Namun, sebaiknya dijelaskan bahwa benda tersebut membawa harapan simbolis, bukan janji hasil keuangan.

Apakah Makna Jin Chan Sama di Seluruh Asia Timur?

Tidak persis sama. Citra Liu Haichan dan kodok berkaki tiga dari Tiongkok memengaruhi seni di wilayah Asia Timur lainnya, tetapi tradisi setempat mengubah nama, kisah, rupa, dan lingkungan keagamaan tokoh tersebut. Sebagai contoh, sebuah netsuke Jepang dari abad ke-18 menggambarkan Gama Sennin, versi Liu Hai yang berkembang dalam tradisi setempat, bersama seekor kodok.[8] Karya tersebut harus ditafsirkan dalam konteksnya sendiri dan tidak langsung disebut sebagai Katak Uang Tiongkok.

Sumber

[1] The Metropolitan Museum of Art (museum seni). Water Dropper in the Shape of a Three-Legged Toad (Wadah penetes air berbentuk kodok berkaki tiga)

[2] Cleveland Museum of Art (museum seni). Fantastic Beasts in Chinese Culture and Where to Find Them (Makhluk fantastis dalam budaya Tiongkok dan tempat menemukannya)

[3] Cleveland Museum of Art (museum seni). Li Tieguai; Liu Haichan (Karya tentang Li Tieguai dan Liu Haichan)

[4] The Metropolitan Museum of Art (museum seni). Medallion for Sleeve Band (One of a Pair) (Medali untuk pita lengan, salah satu dari sepasang)

[5] British Museum (museum di Britania Raya). Bowl with Liu Hai and the Three-Legged Toad (Mangkuk dengan Liu Hai dan kodok berkaki tiga)

[6] Hong Kong Museum of Art (museum seni Hong Kong). Chinese Antiquities: Liu Hai with a Three-Legged Toad, Shiwan Ware (Barang antik Tiongkok: Liu Hai dengan kodok berkaki tiga, keramik Shiwan)

[7] British Museum (museum di Britania Raya). Charm with Zhong Kui and the Five Poisons (Jimat dengan Zhong Kui dan Lima Racun)

[8] British Museum (museum di Britania Raya). Netsuke of Gama Sennin with a Toad (Netsuke Gama Sennin bersama seekor kodok)