Hari ke-1 hingga ke-15 Tahun Baru Imlek dengan kalender, lampion, dan ucapan keluarga

Hari ke-1 hingga ke-15 Tahun Baru Imlek: Panduan Perayaan

Hari ke-1 hingga ke-15 Tahun Baru Imlek dengan kalender, lampion, dan ucapan keluarga
Jelajahi hari ke-1 hingga ke-15 Tahun Baru Imlek melalui tabel tanggal 2027, kebiasaan utama, dan perbedaan daerah. Pahami juga perbedaan antara masa perayaan ini dan hari libur resmi.

Daftar Isi

Jawaban Singkat: Apa yang Terjadi Selama 15 Hari Tahun Baru Imlek?

Masa perayaan Tahun Baru Imlek selama lima belas hari berlangsung dari hari pertama hingga hari kelima belas bulan lunar pertama. Cara praktis untuk mengikutinya adalah:

  • Hari 1–3: ucapan Tahun Baru dan kunjungan keluarga, dengan kegiatan yang lebih tenang di sebagian rumah tangga.
  • Hari 4–9: momen penting yang berbeda menurut komunitas, termasuk penyambutan kembali dewa-dewi, dimulainya kembali kegiatan usaha, dan perayaan bersama.
  • Hari 10–15: perayaan setempat dan kegiatan lampion yang berpuncak pada penutupan tradisional masa perayaan.

Pembagian ini dibuat untuk memudahkan penjelasan, bukan jadwal yang wajib diikuti. Praktik berbeda menurut keluarga dan komunitas; harapan akan kemakmuran atau perlindungan mencerminkan kepercayaan budaya, bukan efek yang terbukti.

Kalender bergambar hari ke-1 hingga ke-15 Tahun Baru Imlek dengan kebiasaan dan tradisi lokal
Ikuti kelima belas tanggal lunar, tanggal padanannya pada 2027, dan sejumlah tradisi komunitas.

Apakah malam Tahun Baru dihitung sebagai hari pertama? Mengapa sebagian keluarga memberi perhatian khusus pada Hari 7 atau Hari 9, sementara keluarga lain hampir tidak mengubah kegiatannya? Panduan ini mengulas Hari 1 hingga Hari 15 Tahun Baru Imlek dan menjelaskan bagaimana kebiasaan setempat berkaitan dengan kalender.

Cara Menghitung 15 Hari

Zhengyue (正月, zhēngyuè) adalah bulan pertama dalam kalender Tionghoa tradisional. Hari 1 adalah hari pertama bulan tersebut. Chuxi (除夕, chúxī), atau malam Tahun Baru, masih termasuk tahun lunar sebelumnya dan mendahului rangkaian ini.

Pada 2027, Hari 1 jatuh pada 6 Februari dan Hari 15 pada 20 Februari. Dengan menghitung 6 Februari sebagai hari pertama, Hari 15 jatuh empat belas hari kemudian, sehingga totalnya menjadi lima belas tanggal. Tabel di bawah menggunakan tahun ini sebagai satu contoh. [1]

Dalam pengertian yang lebih luas, perayaan Tahun Baru Imlek juga mencakup persiapan sebelum Hari 1. Kalender budaya ini tidak berarti ada lima belas hari libur kerja, libur sekolah, ataupun satu tanggal pembukaan kembali yang berlaku universal.

Ringkasan Hari ke-1 hingga ke-15 Tahun Baru Imlek

Semua tanggal di bawah berada pada Februari 2027. Kebiasaan yang ditampilkan merupakan contoh terpilih, bukan kewajiban bagi setiap rumah tangga Tionghoa. Tanggal Gregorian berasal dari konversi kalender; pencantuman tanggal di samping suatu kebiasaan tidak berarti ada acara publik yang terkonfirmasi pada tahun tersebut. [1]

Hari lunarFebruari 2027Kebiasaan atau kaitan budayaCakupan atau batasan
1 · 初一6Bainian (拜年, bàinián): saling menyampaikan ucapan Tahun Baru dan berkunjungPengaturan kunjungan keluarga berbeda-beda.
2 · 初二7Anak perempuan yang telah menikah mengunjungi orang tuanyaPraktik yang lazim dalam sebagian keluarga, bukan kewajiban universal.
3 · 初三8Hari Mulut Merah (赤口, chìkǒu), yang dikaitkan dengan menghindari pertengkaranSebagian rumah tangga membatasi kunjungan; sebagian lainnya tidak. [2]
4 · 初四9Jieshen (接神, jiēshén): menyambut kembali dewa-dewiTercatat di Taiwan; partisipasi bergantung pada kepercayaan. [3]
5 · 初五10Po Wu (破五, pòwǔ); menyambut Dewa Kekayaan (迎财神, yíng Cáishén)Tradisi ritual dan komersial setempat, bukan jaminan kemakmuran.
6 · 初六11Mengusir kemiskinan (送穷, sòngqióng) atau membuka kembali tokoTanggal yang tercatat berbeda-beda; catatan historis dari Beijing menyebut pembukaan kembali. [4]
7 · 初七12Renri (人日, rénrì), secara tradisional dianggap sebagai hari ulang tahun umat manusiaKebiasaan makanan berbeda di antara komunitas Tionghoa Singapura. [2]
8 · 初八13Shunxing (顺星, shùnxīng), yang dikaitkan dengan pemujaan bintangSalah satu praktik historis yang tercatat di Beijing, bukan kewajiban yang berlaku secara nasional. [4]
9 · 初九14Bai Tiangong (拜天公, bài Tiāngōng), penghormatan kepada Kaisar Giok (玉皇大帝, Yùhuáng Dàdì)Sangat penting dalam tradisi Hokkien. [5]
10 · 初十15Hari yang secara tradisional dikenal sebagai “ulang tahun batu”Terdokumentasi di Xingtang, Hebei; bukan hari raya tingkat nasional. [6]
11 · 十一16Hari Menantu Laki-laki (子婿日, zǐxù rì), yang dikaitkan dengan undangan makanKebiasaan rakyat yang tercatat, bukan aturan bagi setiap keluarga. [7]
12 · 十二17Persiapan lampion di sebagian komunitasDi Pancun, Guangdong, tercatat adanya persiapan sebelum prosesi.
13 · 十三18Penaikan lampion dan prosesi di Pancun, KaipingTradisi lokal yang spesifik, bukan program 2027 yang telah dikonfirmasi. [8]
14 · 十四19Menjelang perayaan lampion pada hari berikutnyaPajangan dan pertemuan mengikuti pengaturan setempat.
15 · 十五20Festival Lampion (元宵节, Yuánxiāo Jié), perayaan penutup tradisionalKegiatan melihat lampion, teka-teki, dan pertemuan keluarga berbeda-beda. [9]

Hari 1–3: Ucapan, Kunjungan Keluarga, dan Hari yang Lebih Tenang

Pada hari-hari awal, hubungan keluarga menjadi pusat perayaan. Mengunjungi kerabat dapat menjadi bentuk penghormatan, mempererat hubungan, dan memberi kesempatan bagi beberapa generasi untuk menghabiskan waktu bersama. Urutannya dapat mengikuti kebiasaan masing-masing rumah tangga, tetapi tidak boleh dipahami sebagai hierarki kekerabatan yang berlaku universal. Catatan tradisional menggambarkan kunjungan kepada keluarga dekat terlebih dahulu, lalu kepada kerabat lain dan teman. [9]

Kaitan Hari 2 dengan kunjungan anak perempuan yang telah menikah ke rumah orang tuanya mencerminkan satu tradisi kunjungan keluarga tertentu. Ini tidak berarti mereka dilarang berkunjung pada tanggal lain atau setiap pasangan harus membagi perayaannya dengan cara yang sama. Sebuah keluarga dapat mempertahankan tanggal tersebut, mengubah jadwal makan, atau mengatur beberapa pertemuan. Bagi tamu yang diundang, hal praktis yang perlu diketahui adalah pertemuan mana yang benar-benar direncanakan oleh tuan rumah.

Hari 3 menunjukkan bagaimana sebuah kepercayaan dapat memengaruhi jadwal tanpa menjadi larangan umum. Hari Mulut Merah dikaitkan dengan pertengkaran sehingga sebagian keluarga menghindari kunjungan. Ini mencerminkan kepercayaan tradisional, bukan bukti bahwa perselisihan lebih mungkin terjadi pada tanggal tersebut. [2] Jika tuan rumah mengundang Anda pada Hari 3, undangan itu lebih berguna sebagai panduan daripada peringatan umum di internet. Menjalani hari yang lebih tenang adalah pilihan, bukan kewajiban bagi semua keluarga.

Hari 4–6: Menyambut Dewa-dewi, Po Wu, dan Kembali ke Rutinitas

Tanggal-tanggal ini menunjukkan mengapa momen ritual perlu dibedakan dari jadwal sehari-hari. Di Taiwan, Hari 4 dikaitkan dengan penyambutan dewa-dewi yang kembali. Catatan perayaan di New Taipei pada 2026 menyebutnya sebagai hari untuk menyambut para dewa. Ini menunjukkan satu contoh lokal; bukan berarti setiap rumah tangga Tionghoa menjalankan ritual yang sama atau rinciannya berlaku di tempat lain. [3]

Po Wu sering diterjemahkan secara harfiah sebagai “mematahkan hari kelima”. Dalam sebagian tradisi, hari ini menandai berakhirnya sejumlah pantangan pada awal Tahun Baru. Menyambut dewa-dewi kekayaan dapat menjadi bagian dari perayaan, sementara di tempat lain penekanannya ada pada kembali bekerja, bersih-bersih, atau memulai kembali kegiatan usaha. Harapan yang disampaikan berkaitan dengan kemakmuran; tidak menentukan pendapatan atau keberhasilan bisnis. Catatan lokal dari Xingtang mengaitkan Hari 5 dengan kembali bekerja dan berdagang. [6]

Catatan lain menempatkan pembukaan kembali toko pada Hari 6. Sebuah deskripsi historis tentang bulan lunar pertama di Beijing menghubungkan tindakan simbolis mengusir kemiskinan pada Hari 5 dengan pembukaan kembali pada hari berikutnya. [4] Perbedaan tanggal ini menunjukkan variasi praktik yang ada. Namun, hal itu tidak dapat menentukan kapan sebuah usaha atau tempat kerja modern kembali beroperasi. Jika Anda perlu mengunjungi toko, menghadiri janji, atau bertemu seseorang, periksa jadwal sebenarnya dari organisasi tersebut, bukan menghitungnya dari kalender tradisional.

Hari 7–9: Renri, Tradisi Bintang, dan Ulang Tahun Kaisar Giok

Dalam tradisi Renri, Hari 7 dianggap sebagai hari ulang tahun seluruh umat manusia. Kisah penciptaannya merupakan legenda, bukan penjelasan historis tentang asal-usul manusia. Di Singapura, yusheng (鱼生, yúshēng), salad ikan untuk perayaan, dikaitkan dengan Renri; pada keluarga Teochew juga tercatat tradisi makanan tujuh jenis sayuran. Ini merupakan contoh yang khas bagi komunitas tertentu, bukan menu yang berlaku universal. [2]

Hari 8 menggambarkan jenis tradisi yang berbeda. Shunxing termasuk dalam tradisi pemujaan bintang, termasuk praktik historis yang tercatat di Beijing. Lampu dan harapan mencerminkan hubungan simbolis dengan langit dalam sistem kepercayaan tersebut. Akan menyesatkan jika praktik ini disajikan sebagai upacara yang masih dijalankan semua keluarga, atau jika semua kisah tentang Hari 8 digabungkan menjadi satu festival nasional. [4]

Hari 9 sangat penting dalam tradisi keagamaan Hokkien sebagai hari ulang tahun Kaisar Giok. Catatan tentang komunitas Hokkien di Singapura menyebut persembahan tebu dan sebuah legenda yang menjelaskan pentingnya tebu tersebut. Legenda itu merupakan penjelasan budaya, bukan bukti terverifikasi mengenai peristiwa yang dikisahkan sebagai asal mula kebiasaan tersebut. [5] Memahami konteks Hokkien membantu menjelaskan tanggal ini tanpa menyiratkan bahwa komunitas lain tidak menghormati Kaisar Giok. Partisipasi bergantung pada praktik keagamaan dan pilihan rumah tangga; pencantuman tanggal ini dalam kalender tidak menjadikan ibadah sebagai kewajiban bagi tamu.

Hari 10–14: Tradisi Lokal Menjelang Festival Lampion

Tanggal-tanggal pada paruh akhir periode ini sering dijelaskan secara terlalu sederhana. Di Xingtang, Hebei, Hari 10 digambarkan sebagai hari ulang tahun batu, terkait dengan pentingnya alat dan bangunan dari batu. Sebagian praktik telah memudar seiring berkurangnya penggunaan perkakas batu. Ini merupakan contoh lokal, bukan aturan bagi semua desa di wilayah utara. [6]

Kebiasaan mengundang menantu laki-laki makan pada Hari 11 merupakan contoh lain dari tradisi rakyat yang tercatat. Kemunculannya dalam kalender tidak membuktikan bahwa setiap keluarga di wilayah selatan yang luas mengadakan jamuan semacam itu atau bahwa keluarga di utara tidak pernah melakukannya. [7]

Pancun memberikan contoh yang lebih spesifik mengenai tradisi lampion pada lokasi dan tanggal tertentu. Kebiasaan yang terdokumentasi mencakup persiapan pada Hari 12 serta penaikan lampion dan prosesi pada Hari 13. [8] Ini menunjukkan bahwa perayaan lampion dapat berlangsung sebelum Hari 15. Namun, hal itu tidak menetapkan satu tanggal nasional untuk menyalakan lampion maupun satu program acara tertentu pada 2027.

Hari 15: Festival Lampion sebagai Penutup Tradisional

Festival Lampion merupakan penutup tradisional masa Tahun Baru. Kegiatan melihat lampion, teka-teki, dan pertemuan memberi tanggal ini suasana perayaan yang berbeda dari ucapan pada hari pertama. [9]

Hidangan berbentuk bulat berbahan dasar beras, seperti tangyuan (汤圆, tāngyuán) dan yuanxiao (元宵, yuánxiāo), lazim dikaitkan dengan periode ini. Di Xingtang, makan yuanxiao digambarkan sebagai praktik lokal yang lebih baru; ada pula perayaan lain pada Hari 16. [6]

Karena itu, istilah “penutup” menjelaskan fungsi budaya festival dalam rangkaian Tahun Baru. Istilah tersebut tidak menentukan kunjungan terakhir setiap keluarga, tanggal pelepasan semua dekorasi, atau kapan semua orang kembali bekerja. Tanggal lunar ini dikaitkan dengan bulan purnama tanpa menetapkan momen astronomis yang tepat.

Tanya Jawab tentang 15 Hari Tahun Baru Imlek

Apakah Malam Tahun Baru Imlek Dihitung sebagai Hari 1?

Tidak. Malam Tahun Baru adalah hari terakhir tahun lunar sebelumnya. Rangkaian lima belas hari dimulai pada hari pertama bulan lunar pertama, dan tanggal tersebut dihitung sebagai Hari 1.

Apakah Semua 15 Hari Merupakan Hari Libur Resmi?

Tidak. Lima belas hari merujuk pada masa perayaan tradisional, bukan hak cuti yang berlaku universal. Hari libur resmi, libur sekolah, dan jadwal masing-masing tempat kerja perlu diperiksa secara terpisah sesuai lokasi dan tahun.

Apakah Setiap Hari Memiliki Tradisi Tahun Baru Imlek yang Tetap?

Tidak ada satu jadwal harian yang berlaku bagi semua komunitas Tionghoa. Sebagian tanggal memiliki kaitan yang dikenal luas; tanggal lainnya memiliki makna lokal tertentu. Keluarga dapat menjalankan kebiasaan tertentu, menyesuaikan rencana, atau tidak menjalankannya sama sekali.

Apakah Tahun Baru Imlek Berakhir pada Hari 5?

Po Wu dapat menandai perubahan dalam kebiasaan lokal tertentu, termasuk berakhirnya sejumlah pantangan atau dimulainya kembali kegiatan usaha. Hari ini tidak menggantikan Hari 15 sebagai perayaan penutup tradisional yang lebih dikenal.

Mengapa Tahun Baru Imlek Berakhir dengan Festival Lampion?

Hari kelima belas secara tradisional menutup masa Tahun Baru dengan perayaan lampion. Ini merupakan konvensi budaya, bukan batas waktu: perayaan lokal dapat berlanjut setelahnya, sementara kegiatan kerja biasa mungkin sudah dimulai lebih awal.

Sumber

[1] Hong Kong Observatory. Gregorian-Lunar Calendar Conversion Table of 2027

[2] Singapore Chinese Cultural Centre. Chinese New Year

[3] New Taipei City Government. 大年初四接神 侯友宜土城、中和及永和參香祈福

[4] Palace Museum. 民间庆正月

[5] National Library Board Singapore. Hokkien community

[6] Xingtang County Government. 行唐的其他节日

[7] Huairou District Government. 年俗丨正月十一 · 子婿日

[8] Kaiping City Shuikou Town Government. 正月十三,“龙”重“灯”场,就在泮村!赏灯前必看

[9] Columbia University, Asia for Educators. The Lunar New Year: Rituals and Legends