Mangkuk congee berisi bubur nasi, lauk pendamping, dan taburan manis kacang merah

Congee: Bubur Nasi Tionghoa dan Ragam Regional

Mangkuk congee berisi bubur nasi, lauk pendamping, dan taburan manis kacang merah
Jelajahi congee Tionghoa, dari bubur Kanton yang halus hingga bubur Teochew dan versi manis Suzhou, lengkap dengan ragam tekstur nasi, bahan pelengkap, lauk pendamping, serta cara memeriksa kandungannya.

Daftar Isi

Jawaban Singkat: Apa Itu Congee?

Congee adalah bubur nasi khas Tionghoa, yang umumnya disebut zhou (粥, zhōu) dalam bahasa Mandarin dan jook dalam bahasa Kanton. Nasi dimasak dalam air atau kaldu hingga lunak dan menjadi bubur yang disantap dengan sendok; hidangan ini dapat disajikan polos, dengan bahan gurih, atau dalam versi manis.[1]

  • Bahan dasar nasi: Nasi biasa menjadi bahan utama; beras ketan digunakan pada beberapa variasi, tetapi bukan keharusan.
  • Tekstur: Ada bubur yang halus dan kental; ada pula yang tetap memperlihatkan butiran nasi lembut dalam kuah yang lebih encer.
  • Cara penyajian: Bahan utama dapat dimasak langsung bersama bubur atau disajikan dengan lauk terpisah.

Panduan ini berfokus pada congee berbahan dasar nasi. Dalam bahasa Tionghoa, istilah zhou juga mencakup bubur dari biji-bijian lain.

Infografik congee yang memperlihatkan tekstur nasi, variasi regional, bahan pelengkap, lauk pendamping, dan hal-hal yang perlu diperiksa.
Perbedaan tekstur nasi, variasi daerah, dan cara penyajian menjelaskan beragam jenis congee Tionghoa.

Congee Kanton dapat bertekstur sangat halus, sedangkan bubur polos khas Chaoshan mempertahankan butiran nasi yang jelas dan disajikan bersama beberapa piring lauk kecil. Suzhou memiliki versi manis. Di antara hidangan nasi Tionghoa, perbedaan antarbubur ini terletak pada jenis nasi, bahan tambahan, dan cara penyajiannya.

Nasi, Cairan, dan Tekstur

Congee tidak memerlukan beras khusus yang hanya dijual untuk membuat bubur. Beras putih berbulir panjang, sedang, maupun pendek dapat digunakan; beberapa jenis bahkan dapat dicampur. Jenis beras dan cara memasaknya memengaruhi tingkat kelunakan butiran serta kekentalan bubur. Beras ketan dapat menghasilkan tekstur lebih lengket, tetapi beras biasa pun dapat menghasilkan bubur yang lembut dan kental.[2]

Cairan yang digunakan juga berpengaruh. Bubur yang dimasak dengan air membuat cita rasa lembut nasi dan lauk pendamping lebih menonjol. Kaldu ayam, ikan, atau tulang babi memberi rasa gurih pada bubur bahkan sebelum bahan pelengkap yang terlihat ditambahkan; kaldu sayuran juga bisa digunakan. Warna bubur yang pucat tidak menunjukkan jenis cairan yang dipakai.

Saat nasi melunak, pati mengentalkan cairan di sekelilingnya. Semakin hancur butiran nasi, semakin menyatu tekstur buburnya; variasi lain justru sengaja mempertahankan butiran yang masih utuh dan lembut. Kekentalan dan sejauh mana butiran nasi masih terlihat merupakan dua hal berbeda: butiran yang tampak tidak berarti nasinya kurang matang, dan bubur yang halus tidak harus sangat kental.

Dalam bahasa Mandarin sehari-hari, xifan (稀饭, xīfàn) memiliki makna yang tumpang tindih dengan zhou. Sebagian penutur menggunakan xifan untuk bubur nasi yang lebih encer, tetapi pemakaiannya berbeda-beda menurut daerah dan kebiasaan keluarga. Kedua istilah ini tidak menjadi patokan nasional yang pasti untuk membedakan bubur encer dan bubur kental.

Ragam Regional Congee Tionghoa

Contoh berikut membandingkan isi mangkuk dengan lauk yang disajikan di sampingnya. Semuanya merupakan contoh penyajian yang mewakili, bukan resep baku untuk seluruh wilayah. Dua contoh Chaoshan sengaja dibedakan: bubur polos yang disantap dengan lauk terpisah dan bubur gurih yang dimasak dalam panci tanah liat.

Contoh daerahNasi dan teksturBahan dan penyajianHal yang bervariasi
Congee Kanton yang dimasak lama (老火粥, lǎohuǒ zhōu)Salah satu gaya yang umum dalam masakan Kanton memiliki bubur bertekstur halus dan menyatu, dengan hanya sedikit butiran nasi yang masih tampak.Perpaduan daging babi dan telur pitan merupakan sajian gurih klasik; ikan juga bisa menjadi pilihan. Bahan-bahan tersebut dapat ditambahkan ke bubur yang sudah disiapkan lebih dahulu.[1][3]Congee Kanton mencakup beragam gaya. Kekentalannya tidak selalu sama, dan tidak semua bahan harus dimasak perlahan sejak awal.
Bubur polos Teochew (白糜, bái mí)Butiran nasi yang lembut tetap terlihat jelas dalam bubur yang relatif encer.Dalam masakan Teochew, semangkuk bubur polos biasanya disantap bersama lauk kecil seperti lobak awetan, sayuran, telur, atau ikan.[3]Butiran nasi yang terlihat memang disengaja. Lauk pendampingnya dapat mengandung daging atau makanan laut.
Congee Chaoshan dalam panci tanah liat (砂锅粥, shāguō zhōu)Nasi tetap menjadi bahan utama dalam bubur gurih yang mengenyangkan ini, yang disajikan langsung dari panci tanah liat.Udang, kepiting, ikan, atau unggas dapat dimasak bersama nasi. Bahan seperti kerang simping kering, seledri, dan daun ketumbar menambah cita rasa.[4]Hidangan ini berbeda dari bubur polos yang disajikan dengan lauk terpisah. Makanan laut maupun satu tekstur nasi tertentu bukan ciri wajib semua versinya.
Qingzhou xiaocai khas Taiwan (清粥小菜, qīngzhōu xiǎocài)Bubur nasi polos, kadang-kadang dengan potongan ubi jalar, menjadi dasar santapan.Dalam budaya kuliner Taiwan, bubur ini disajikan bersama aneka lauk kecil, misalnya mentimun acar, tahu berbumbu kecap, abon babi, telur asin, dan sayuran.[5]Ubi jalar bersifat opsional. Rasa manis alaminya tidak otomatis menjadikan santapan tersebut sebagai hidangan penutup.
Tangzhou Suzhou (糖粥, tángzhōu)Contoh manis ini memadukan bubur beras ketan yang lembut dan lengket dengan pasta kacang merah.Bunga osmanthus memberi aroma, sementara bubur nasi putih berpadu kontras dengan lapisan pasta kacang merah yang kemerahan. Hidangan ini lazim dinikmati sebagai camilan manis.[6]Ini merupakan contoh bubur nasi manis, bukan aturan bahwa semua congee harus menggunakan beras ketan.

Cara Menyantap Congee: Taburan, Lauk Pendamping, dan Waktu Penyajian

Nasi dan cairan pemasaknya hanyalah dasar santapan congee. Selain itu, bahan pendamping dapat dibagi ke dalam tiga kelompok; bahan yang sama bisa memiliki fungsi berbeda tergantung pada cara penyajiannya.

  • Bahan yang dimasak bersama bubur: Daging babi, ayam, ikan, udang, jamur, atau telur awetan menambah isi dan cita rasa. Bahan-bahan ini dapat dimasukkan pada tahap yang berbeda, bukan semuanya dimasak bersama nasi sejak awal.
  • Pelengkap saat penyajian: Daun bawang, jahe, atau seledri memberi sentuhan segar saat disajikan. Sedikit saja dapat mengubah aroma dan rasa; bahan-bahan ini bukan sekadar hiasan.
  • Lauk pendamping terpisah: Acar, tahu fermentasi, telur, dan youtiao (油条, yóutiáo) memberi kontras berupa rasa asin atau gurih, maupun tekstur renyah. Adonan goreng ini dapat dimakan di samping bubur atau dicelupkan ke dalamnya. Jika dipotong-potong lalu ditaburkan di atas bubur, fungsinya menjadi pelengkap.[1][5]

Congee merupakan bagian dari sarapan Tionghoa, tetapi juga disajikan saat makan malam keluarga dan makan larut malam. Bubur polos dapat disantap bersama beberapa lauk; semangkuk bubur dengan daging atau makanan laut bahkan dapat menjadi bagian utama santapan. Kehangatan dan cita rasanya yang akrab membuat congee terasa menenangkan dan nyaman disantap.

Sebagai contoh musiman, bubur Laba (腊八粥, làbā zhōu) dikaitkan dengan Festival Laba dan biasanya memadukan nasi dengan biji-bijian lain, kacang-kacangan, atau bahan kering. Latar perayaannya membedakannya dari bubur nasi putih sehari-hari.

Memesan Congee dan Memeriksa Bahan

Jika memiliki kebutuhan pola makan tertentu, tanyakan secara terpisah tentang bahan dasar atau kuah, bahan tambahan, dan lauk pendamping. Keterangan menu seperti “congee sayuran” mungkin hanya merujuk pada bahan yang terlihat.

  • Kaldu dan lemak untuk memasak: Tanyakan apakah bubur dimasak dengan air, kaldu sayuran, atau kaldu hewani. Tulang ayam atau babi, lemak babi, kerang simping kering, dan udang kering dapat menambah rasa meskipun tidak ada potongan daging yang terlihat.
  • Bahan utama dan pelengkap: Periksa apakah bubur mengandung daging, ikan, kerang-kerangan, telur, atau kacang tanah. Menyingkirkan pelengkap tidak menghilangkan bahan yang sudah tercampur ke dalam bubur. Telur dapat dikonsumsi dalam sebagian pola makan vegetarian, tetapi tidak dalam pola makan vegan.
  • Saus dan lauk pendamping: Kecap asin biasa dapat berbahan nabati, meskipun banyak variannya mengandung gandum.[7] Saus ikan umumnya mengandung ikan, sedangkan saus campuran perlu diperiksa komposisinya secara terpisah. Beras saja tidak menjamin hidangan akhir bebas gluten; bila perlu, tanyakan juga tentang saus, campuran biji-bijian, dan penggunaan peralatan atau area masak bersama.[8]

Untuk hidangan congee vegetarian, periksa juga cairan untuk memasak dan lauk pendamping, bukan hanya bahan utama yang tercantum.

Tanya Jawab tentang Congee

Apakah congee sama dengan jook?

Pada menu Tionghoa, umumnya ya. Congee adalah istilah bahasa Inggris yang paling lazim, sedangkan jook mencerminkan pelafalan Kanton. Zhou adalah istilah dalam bahasa Mandarin. Ketiganya dapat merujuk pada bubur nasi yang sama; jook bukan jenis beras atau resep yang berbeda.[1]

Apakah congee selalu dibuat dari nasi?

Panduan ini berfokus pada nasi, tetapi zhou dalam bahasa Tionghoa mencakup kelompok bubur yang lebih luas. Ada juga versi berbahan millet dan campuran biji-bijian. Panduan tentang biji-bijian tradisional Tionghoa membahas bahan pangan pokok selain nasi; tekstur buburnya pun tidak selalu sama.

Apa perbedaan congee dan paofan?

Paofan (泡饭, pàofàn) umumnya dibuat dengan menambahkan nasi yang sudah matang ke dalam air atau kaldu sehingga butirannya tetap terpisah. Congee memiliki tekstur bubur yang lebih menyatu. Tampilan butiran nasi saja tidak cukup untuk membedakannya: beberapa congee tetap mempertahankan butiran nasi, dan nasi matang juga dapat diolah menjadi congee.[2][9]

Apakah congee selalu gurih?

Tidak. Tangzhou Suzhou adalah versi manis yang dibuat dari beras ketan, pasta kacang merah, dan bunga osmanthus. Bubur lainnya dapat disajikan polos atau gurih. Istilah congee merujuk pada kategori bubur, bukan satu rasa tertentu; bahan yang digunakan menjadi petunjuk yang lebih tepat.

Apakah congee vegetarian?

Bisa. Nasi yang dimasak dengan air dapat menjadi dasar hidangan nabati, tetapi kaldu hewani, makanan laut, daging, atau lemak babi membuat hidangan tersebut tidak lagi sepenuhnya berbahan nabati. Periksa seluruh isi mangkuk dan lauk pendampingnya. Untuk congee vegan, telur dan semua bahan hewani lainnya juga harus dikecualikan.

Sumber

[1] Smithsonian National Museum of American History; Martin Yan. Chinese Congee – Jook

[2] Lawrence Wang, The Kitchn. Congee (Chinese Rice Porridge)

[3] MICHELIN Guide. Cantonese Congee: What Make A Perfect Bowl

[4] Xiangqiao District Cultural Center and Library. 寻记非遗|潮州砂锅粥制作技艺

[5] 陳靜宜, MICHELIN Guide. 從夜宵到早餐:到台灣品嚐清粥小菜

[6] 申功晶, 中国城市报. 笃笃笃,卖糖粥

[7] Kikkoman USA. 15 oz Soy Sauce Non GMO

[8] U.S. Food and Drug Administration. Questions and Answers on the Gluten-Free Food Labeling Final Rule

[9] Kaitlin Leung, The Woks of Life. Pao Fan: A Zero-Waste, Fast Meal